Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Soal Uang KONI ke Muktamar NU, Menpora Imam: Saya Tidak Tahu
Lampungpro.co, 30-Apr-2019

Heflan Rekanza 595

Share

JAKARTA (Lampungpro.com) : Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengaku tak tahu soal aliran dana dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang disebut mengalir ke Muktamar Nahdlatul Ulama (NU). Imam mengaku baru tahu soal aliran duit dari pemberitaan media.

"Saya tidak tahu dan baca di berita kemarin cross check ke panitia (Muktamar NU) apa ada bantuan dari KONI ternyata nggak ada," ujar Imam saat bersaksi di PN Tipikor Jakarta, Senin (29/4/2019).

Aliran duit KONI ke Muktamar NU sebelumnya disampaikan Wakil Bendahara KONI Lina Nurhasanah. Lina, saat bersaksi dalam persidangan, menyebut Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy pernah memberikan uang Rp 300 juta untuk Muktamar NU di Jombang.

"Jadi kalau enggak salah sekitar di awal, Pak Hamidy sore-sore ke Kemenpora menitip uang kalau tidak salah Rp 300 juta. Terus malam itu Pak Hamidy malam itu berangkat ke Surabaya dan Pak Alfitra saat itu," jelas Lina saat sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Lina mengaku mengantarkan uang tersebut ke Surabaya. Setelah tiba di Surabaya, Lina memberikan uang tersebut langsung ke Hamidy. "Lalu saya antarkan ke Surabaya, di bandara saja saya serahkan ke Pak Hamidy uang tersebut," jelas Lina. "Uang itu untuk apa?" tanya jaksa KPK. "Menurut info Pak Hamidy untuk Muktamar NU," jawab Lina.

PBNU juga mengaku tidak mengetahui soal pemberian uang tersebut. Menurut Ketua PBNU Robikin Emhas pemberian uang itu harus jelas kepada siapa. "Kita tidak tahu itu, harus diperjelas itu kepada siapa, kalau benar itu, kepada siapa diberikan, harus jelas orangnya," kata Robikin

"Orangnya itu apakah betul dia adalah panitia yang punya kewenangan itu. Karena tidak semua panitia mempunyai kewenangan meminta atau menerima uang dari pihak lain. Atau jangan-jangan orang mengaku panitia. Atau mengaku-ngaku NU, makanya harus jelas. Jangan sampai NU dan panitia Muktamar mendapat fitnah," terang dia.(**/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Sepak Bola, Cara Hebat Pemimpin Menghibur Rakyat

Boleh saja menghujat kita dijajah Belanda selama 350 tahun....

220


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved