Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Sosialisasi Ideologi Pancasila di Langkapura, Anggota DPRD Lampung Andika Minta Keluarga Harus Jadi Benteng Karakter Bangsa
Lampungpro.co, 17-Jun-2026

Febri 189

Share

Anggota DPRD Lampung Saat sosialisasi | Ist/Lampungpro.co

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Anggota DPRD Lampung, Andika Wibawa, mensosialisasikan pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (IPWK) di Langkapura, Bandar Lampung pada Sabtu (13/6/2026).

Andika Wibawa mengatakan, di tengah gempuran teknologi digital dan derasnya arus informasi tanpa batas, ancaman terhadap nilai-nilai kebangsaan kini tidak lagi datang dari luar, melainkan tumbuh diam-diam dari dalam rumah.

Menurut Andika, keluarga yang seharusnya menjadi benteng utama pembentukan karakter bangsa, justru mulai kehilangan perannya akibat perubahan pola hidup masyarakat di era digital. Interaksi antar anggota keluarga juga semakin berkurang, sementara gawai mengambil alih ruang komunikasi dan pendidikan karakter.

"Kerusakan karakter hari ini banyak bermula dari rumah, karena anak sibuk dengan Ponsel, orang tua larut dalam drama Cina dan media sosial. Akhirnya tidak ada lagi ruang dialog, tidak ada lagi pendidikan karakter," kata Andika Wibawa.

Andika menilai, kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi masa depan bangsa, sebab tanpa fondasi karakter yang kuat, maka generasi muda akan semakin rentan terhadap pengaruh negatif, intoleransi, hingga lunturnya rasa cinta tanah air.

Oleh karenanya, sosialisasi Pancasila tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi ruang strategis untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari

"Bukan karena masyarakat tidak hafal Pancasila, justru karena Pancasila harus terus dihidupkan, dipraktikkan, dan diwariskan, maka nilai gotong royong, toleransi, dan saling menghormati tidak boleh hilang dari kehidupan," ujar Andika Wibawa.

Andika juga mengingatkan, era media sosial telah menciptakan ruang yang sangat mudah memicu perpecahan. Perbedaan pandangan yang seharusnya menjadi kekuatan demokrasi, justru sering berubah menjadi konflik, karena minimnya pemahaman terhadap nilai persatuan. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved