Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Sukses, Booth Pameran Kemenpar di New Dehli Diserbu Pengunjung
Lampungpro.co, 21-Feb-2017

1057

Share

NEW DELHI (Lampungpro.com): Indonesia makin dikenal sebagai tujuan wisata warga India. Hal ini terbukti dari ajang SATTE (South Asia Tourism and Expo 2017) di New Delhi, India, 15-17 Februari 2017 lalu. Kementerian yang dipimpin Arief Yahya itu berhasil meraih kunjungan dan transaksi bisnis sebanyak 3.757 dan diprediksikan akan menghasilkan Wisman asal India sebanyak 67.950 orang.

Keyakinan itu diungkapkan Deputi Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana yang juga didampingi Asdep Bidang Pengembangan Pasar Asia Pasifik Vinsensius Jemadu. Dia begitu yakin, karena pameran yang dihadiri oleh Kepala Bidang Pameran Asia Pasifik Ricky Fauzy itu, hari pertama sudah dikunjungi 700 Calon Wisman. Lalu hari kedua sebanyak 1.100 Potensial Wisman, serta hari ketiga 2.386 Wisman.

Kami sangat bersyukur karena total yang mendatangi kami ini sebanyak 4.186 pengunjung asal India, semoga ini menjadi pemompa kunjungan Wisman ke Indonesia karena seperti kita tahu semua target Wisman di tahun 2017 adalah sebanyak 15 Juta Wisman. Tahun 2016 memang sukses mencapai 12 juta wisman, tetapi 2017 ini betul-betul berat, harus naik 25 persen dari capaian sebelumnya, kata Pitana.

Seperti diketahui, Tim Wonderful Indonesia mengikuti event pameran terbesar di India SATTE ini dari tanggal 15 hingga 17 Februari 2017 di New Delhi India. Kemenpar mengandeng 28 industri pariwisata yang terdiri dari 10 hotel, 15 travel agent, 2 restoran  India food serta Garuda Indonesia. Kita tebarkan pesona 10 destinasi prioritas di even ini, layani semua permintaan para pengujung dengan baik,kata Pitana yang juga diamini Ricky.

SATTE merupakan sebuah travel market atau pameran industri pariwisata terbesar untuk pasar di Asia Selatan. "Pasar India adalah pasar yang potensial. Selama tahun 2016 saja sudah hampir 300 ribu wisatawan dari India. Artinya hampir tiap hari 900 orang yang terbang ke Tanah Air. Padahal tidak ada direct flight dari India langsung ke Indonesia. Nah, sejak Desember 2016 lalu, Garuda Indonesia membuka rute Mumbai-Jakarta, ini membawa harapan baru pasar India. Terima kasih Garuda Indonesia!" ujar Pitana.

Selain itu, India punya kedekatan budaya dengan Indonesia. Kisah Ramayana, Mahabharata, nama-nama pewayangan, itu berasal dari India. Penyebaran Islam ke Aceh juga dari pedagang Gujarat, India ratusan tahun silam. "Ada kedekatan budaya yang bisa menjadi koneksi dan magnit pariwisata, ini menjadi daya tarik masyarakat India ke Indonesia" jelas Pitana.

Faktor lain adalah kedekatan kekeluargaan, antara Medan Sumatera Utara dengan salah satu kota di India, Chenai. Banyak orang Medan yang berdarah India, dan sudah bertahun-tahun tidak bertemu. Mereka sekarang semakin mudah karena sudah ada akses menuju India dari Jakarta.

Vinsensius juga mengatakan, lokasi pameran SATTE di Pragati, Maidan, merupakan sebagai salah satu pusat pertemuan terbesar di wilayah itu dan merupakan event yang bersifat business to busines.

Kata pria yang biasa disapa VJ itu, pameran ini dihadiri oleh 750 exhibitors dari 40 negara. Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, India merupakan top ten penyumbang wisman. Jumlah wisman yang berkunjung di tahun 2015 sebanyak 293.415 orang atau naik sebesar 23 persen dari tahun 2014 yang sebanyak 237.990 orang. Adapun jumlah wisman India di periode Januari hingga November 2016 adalah sebanyak 336.575 orang atau naik sebesar 29.35 pesen dibanding periode yang sama di tahun 2015 sebanyak 260.205 orang, ujarnya.

VJ juga memaparkan, hal tersebut merupakan salah satu dampak dari pemberlakuan kebijakan bebas visa (free visa) bagi wisman asal India dan dengan adanya penerbangan Garuda Indonesia dengan rute Jakarta Mumbai diharapkan wisman dari India yang berkunjung ke Indonesia akan meningkat secara signifikan.

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved