Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Teknologi Pertanian Modern dari Gubernur Lampung Dorong Produktivitas Padi di Lampung Tengah
Lampungpro.co, 22-Aug-2026

Febri 227

Share

Gubernur Lampung Bersama Petani Lampung | Lampungpro.co/Dok Kominfo

GUNUNG SUGIH (Lampungpro.co): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi modern, pemanfaatan Pupuk Hayati Cair (PHC), penguatan pengelolaan air, serta kemandirian petani dalam penyediaan alat dan mesin pertanian (Alsintan).

Upaya tersebut, terlihat saat Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, meninjau produksi dan pemanfaatan Pupuk Hayati Cair (PHC) yang dimanfaatkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Rama Nirwana, Seputih Raman, Lampung Tengah, Kamis (20/8/2026).

Dalam peninjauan tersebut, petani menyampaikan adanya perubahan positif pada pertumbuhan tanaman padi setelah menggunakan PHC. Tanaman yang sebelumnya terlihat kekuningan, kini mulai menunjukkan pertumbuhan lebih baik setelah mendapatkan perlakuan PHC.

Petani dari Gapoktan Sri Rezeki 3, Surono mengatakan, perubahan tanaman mulai terlihat sekitar satu hingga 10 hari setelah penggunaan PHC. Daun tanaman menjadi lebih hijau, batang lebih kuat, dan pertumbuhan bulir dinilai lebih baik.

Tanaman padi yang mendapatkan perlakuan PHC saat ini masih dalam proses menuju panen. Ubinan dijadwalkan dilakukan dalam beberapa hari mendatang untuk mengetahui hasil produktivitas secara lebih terukur.

Penerapan Program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM AAS) juga memberikan sejumlah dukungan bagi petani, termasuk pemanfaatan unsur silika, pestisida, hormon dan molybdenum sebagai bagian dari teknologi budidaya.

Petani menyebut, penggunaan teknologi tersebut dapat membantu mempercepat masa panen hingga sekitar 10 hari. Selain itu, tahun ini petani juga mendapatkan dukungan untuk mengetahui kondisi pH tanah sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketepatan dalam pengelolaan lahan.

Pemprov Lampung menilai, penerapan teknologi tersebut memiliki potensi besar apabila dapat diterapkan secara luas. Peningkatan produktivitas satu ton gabah perhektare saja, dinilai mampu memberikan tambahan pendapatan yang cukup signifikan bagi petani.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
ASN Disuruh Absen Pagi dan Sore. Lalu,...

Pernyataan seorang anggota DPR yang mengatakan masih ada ASN...

19766


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved