BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): BMKG mengimbau masyarakat di Pantai Anyer dan di Kalianda tidak mendekat terlebih dahulu. Pemicu gempa yang terjadi Sabtu (22/12/2018) malam, masih dalam penyelidikan.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, pihaknya masih melakukan pengecekan terkait adanya gelombang tsunami di Anyer dan Lampung. Tsunami yang terjadi di dua wilayah tersebut bukan karena gempa tektonik. Hasil koordinasi dengan Badan Geologi, BMKG menduga tsunami terjadi akibat longsor erupsi Gunung Anak Krakatau.
Ia mengatakan, jika ada tsunami, sebelumnya ada gempa. Pihaknya melakukan pengecekan, namun tidak ada gejala tektonik yang memicu tsunami. "Diduga karena erupsi, bisa langsung memicu atau tidak langsung," ujar dia.
Dugaannya diperkuat dengan adanya pola grafik tsunami dengan periode yang pendek seperti di Palu. Informasi yang dihimpun Lampungpro.com, ada tiga orang meninggal di Lampung lantaran tsunami ini. Sementara di Banten, ada 10 orang meninggal yang ditemukan di Tanjung Lesung. (SYAHREZA/PRO3)
Berikan Komentar
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.
1631
Bandar Lampung
1028
Bandar Lampung
558
Bandar Lampung
648
134
29-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia