BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, membahas kesiapan Program Kelas Migran Vokasi bersama sejumlah pihak terkait, dalam rapat koordinasi (Rakor) di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Selasa (31/3/2026).
Rakor tersebut, juga turut membahas upaya dalam menyiapkan tenaga kerja di Lampung, agar mampu bersaing di tingkat internasional untuk terus dimatangkan.
Rapat tersebut, juga melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Lampung, Bank Lampung, serta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Jepang.
Program Kelas Migran Vokasi sendiri, dirancang untuk membangun generasi pekerja migran yang profesional, terampil, dan berdaya saing global. Pada tahun 2026 ini, program tersebut ditargetkan dapat diikuti oleh 7.855 siswa SMA/SMK dengan dukungan 93 pengajar atau sensei.
BP3MI Lampung menyampaikan, terdapat 475 peluang kerja di Jepang yang saat ini dengan permintaan mayoritas di bidang Food and Beverage (F&B) dan hospitality 229 lowongan, kesehatan dan caregiving 80 lowongan, agrikultur dan perikanan 72 lowongan, logistik dan service 58 lowongan, serta manufaktur dan konstruksi 39 lowongan.
Selain itu, tren perekrutan tenaga kerja ke Jepang saat ini semakin mengarah pada sistem berbasis keahlian (skill based recruitment), di mana faktor gender tidak lagi menjadi batasan utama dalam sebagian besar lowongan yang tersedia.
Untuk mendukung implementasi program, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung akan memperkuat kolaborasi dengan seluruh LPK di daerah, guna mengawal proses pelatihan hingga penempatan kerja. LPK juga menyatakan kesiapan untuk mendukung program ini dengan membagi skema pelatihan ke dalam dua klaster, yakni jalur magang dan jalur kerja.
Dalam pelaksanaannya, para peserta tidak hanya dibekali kemampuan bahasa, tapi juga keterampilan teknis sesuai kebutuhan industri. Selain itu, akan dilakukan proses screening terhadap minat dan potensi siswa, agar pembelajaran lebih terarah dan sesuai dengan kompetensi masing-masing.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela mengatakan, program tersebut harus segera direalisasikan dan tidak boleh tertunda di tahun ini, dan harus ada pemberangkatan dari peserta yang sudah dilatih.
"Saya minta seluruh pihak mengawal secara intensif, mulai dari proses pelatihan hingga penempatan kerja. Kami juga mengingatkan, agar setiap kendala yang muncul dapat segera dikoordinasikan dan diselesaikan sejak awal," kata Jihan Nurlela.
Jihan meminta apabila ada kendala, agar bisa segera dikoordinasikan, sehingga jangan sampai saat mendekati waktu keberangkatan, justru muncul ketidaksiapan yang menghambat program ini.
Melalui program ini, diharapkan semakin banyak generasi muda Lampung yang memiliki keterampilan unggul dan mampu bersaing di pasar kerja internasional, sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Lampung. (***)
Editor : Febri Arianto
Berikan Komentar
Kominfo Lampung
385
PLN
757
206
01-Apr-2026
304
01-Apr-2026
318
01-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia