Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

National Cassava Center Diluncurkan, Gubernur Mirza Mantapkan Lampung Jadi Sentra Pengembangan Singkong Nasional
Lampungpro.co, 26-Jul-2026

Febri 232

Share

Peresmian National Cassava Center di Lampung | Lampungpro.co/Dok Kominfo

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memantapkan langkahnya, untuk mewujudkan Lampung menjadi sentra pengembangan singkong nasional, setelah resmi meluncurkan National Cassava Center di Universitas Lampung (Unila) pada Jumat (24/7/2026).

National Cassava Center sendiri, menjadi sebuah pusat kolaborasi nasional yang dirancang untuk memperkuat riset, meningkatkan produktivitas, mendorong hilirisasi, dan mempercepat kesejahteraan petani singkong.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, keberadaan National Cassava Center bukan sekadar peresmian sebuah lembaga penelitian, melainkan titik awal pembangunan ekosistem singkong yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, investasi, dunia industri, dan petani dalam satu rantai nilai yang saling menguatkan.

"Ini bukan sekadar peresmian sebuah lokasi atau lembaga riset. Ini titik awal pembangunan sebuah ekosistem di mana ilmu pengetahuan, teknologi, investasi, dunia industri, dan kesejahteraan petani dipertemukan dalam satu tempat," kata Rahmat Mirzani Djausal.

Gubernur Mirza berpendapat, Lampung memiliki modal yang sangat kuat untuk memimpin pengembangan komoditas singkong nasional. Sebab sekitar 70 persen produksi singkong Indonesia berasal dari Lampung, dan menjadi sumber penghidupan ratusan ribu keluarga petani di berbagai daerah.

Namun selama puluhan tahun, pengembangan sektor singkong berjalan tanpa ekosistem yang terintegrasi dimana industri dan petani bergerak sendiri-sendiri, sementara produktivitas lahan tertinggal dibandingkan negara pesaing seperti Thailand dan Vietnam yang lebih dahulu mengembangkan riset, teknologi, serta dukungan pemerintah terhadap industri tapioka.

Gubernur Mirza mencatat, hampir 500.000 petani singkong di Lampung selama bertahun-tahun menghadapi fluktuasi harga yang tajam. Kondisi tersebut, bahkan memicu aksi demonstrasi berkepanjangan saat harga singkong jatuh hingga sekitar Rp600-Rp700 perkilogram.

Pemprov Lampung kemudian mengambil peran sebagai mediator dengan mempertemukan petani, industri, dan pemerintah pusat. Upaya tersebut, menghasilkan kesepakatan yang mendorong kebijakan pengendalian impor, sehingga industri dapat meningkatkan harga beli singkong petani.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved