Namun, belakangan, informasi tersebut dibantah pihak bandara. Kepada ABC Australia, Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali dan Nusa Tenggara, Herson mengatakan, masalah teknis ditangani di Soekarno-Hatta di mana pesawat mendarat Minggu malam.
Sementara, pejabat navigasi udara mengatakan, pilot Lion Air meminta izin mengubah ketinggian dan meminta prioritas untuk mendarat karena masalah teknis. Pihak bandara kemudian menyediakan Runway 25 untuk landing.
Entah versi mana yang benar. Yang jelas, tidak sampai 8 jam kemudian, Boeing 737 MAX yang sama lepas landas dari Cengkareng pada pukul 06.20 WIB, Senin 29 Oktober 2018.
Namun, PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 tak pernah sampai ke tujuannya, Pangkal Pinang.
Di tengah penerbangan, sang pilot, Bhavye Suneja sempat meminta RTB karena masalah teknis. Izin dikeluarkan, tapi kapal terbang itu tak pernah pulang ke bandara asal. Sekitar 13 menit setelah lepas landas, PK-LQP hilang kontak. Belakangan, ia diketahui berakhir di Tanjung Karawang.
Dirut Lion Air Group Edward Sirait sebelumnya mengakui, ada masalah teknis pada penerbangan Denpasar-Jakarta. Namun, dia menyatakan masalah tersebut telah diselesaikan 'sesuai prosedur'.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Haryo Satmiko mengatakan, pihaknya telah memeriksa pilot serta kru Lion Air JT-043.
Berikan Komentar
Masih ada yang berdesakan di angkot yang jumlahnya makin...
1885
224
26-Apr-2026
335
26-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia