"Tim KNKT telah melakukan interview kepada kru pesawat Lion Air JT-043 rute Denpasar-Jakarta yang terbang sehari sebelum kejadian," kata dia, Jumat 2 Oktober 2018.
Sementara itu, pada Jumat 2 November 2018, tim SAR gabungan mengangkat roda pesawat Lion Air di kedalaman 32 meter. Tak jauh dari lokasi di mana bagian kotak hitam, yang diperkirakan sebagai flight data recorder (FDR) ditemukan.
Tim penyelam juga menemukan serpihan badan pesawat, roda hingga bagian mesin yang cukup besar. Pun dengan barang-barang diduga milik penumpang. Ada pakaian, sabuk pengaman, uang dolar Singapura, foto USG, buku yasin, dan lainnya.
Hingga saat ini pencarian terhadap bagian kotak hitam kedua atau cockpit voice recorder (CVR) belum membuahkan hasil. KNKT juga butuh waktu untuk mengambil data yang tersimpan dalam FDR.
Wakil Ketua KNKT Haryo Satmiko mengatakan, membuka FDR tidak semudah membongkar radio. Butuh ketelitian ekstra.
"Black box ini kan bukan dalam keadaan normal. Jadi penanganannya harus agak teliti karena takut datanya rusak," kata dia.
Pada saat KNKT berupaya mendapatkan petunjuk yang bisa menguak misteri penyebab jatuhnya Lion Air nahas, sejumlah informasi berdatangan.
Berikan Komentar
Masih ada yang berdesakan di angkot yang jumlahnya makin...
1885
224
26-Apr-2026
335
26-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia