Arif menilai apa yang dilakukan Kemenpar dengan menggunakan sosial media dan digital sudah tepat dilakukan. Saat ini yang besar atau yang banyak uang akan memakan yang kecil, sedangkan yang kecil tidak bisa menolak, harus segera melakukan inovasi dengan beralih ke Digital, paling sederhana saja Tour Travel yang menggunakan cara biasa, sudah pasti akan tergerus dengan yang digital. Oleh karena itu, kalau tidak ikut ini, maka kami pastikan akan mati usaha apapun, termasuk Tour Travel, ujar Arif.
Hal senada diungkapkan oleh Pakar Marketing Hermawan Kertajaya. Apa yang dilakukan Kemenpar sudah benar dan harus terus digenjot dan jangan sampai melemah. Salah satu buktinya marketing Kemenpar yang terus membranding Wonderful Indonesia membuahkan hasil.
Di dunia, Wonderful Indonesia tumbuh dan menyalip dua rival utama, Malaysia Trully Asia dan Amazing Thailand. Itu fakta berkat branding yang digenjot Kemenpar di segala lini. Terutama menggunakan Digital, oleh karena itu, marketing di seluruh Indonesia juga harus menggunakan ini, yakni New Marketing adalah From Traditional to Digital, kata Hermawan.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti yang juga didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Pertemuan dan Konvensi Eddy Susilo Asdep Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah mengatakan, memang salah satu yang saat ini gencar digenjot Kemenpar adalah ITX Indonesia Travel Xchange. Kemenpar bersemangat untuk mewujudkan Go Digital be The Best, bersama ITX dan Kemenpar. Kata Esthy, travel xchange dan data werehouse ini sudah sangat teruji di negara manapun.
Dia menjelaskan bahwa digitalisasi ini sebuah keniscayaan. Cepat atau lambat, publik akan semakin dominan dan familiar dengan digital dalam semua aspek. Selamat memasuki era Digital Lifestye, yang sangat personal, mobile dan interaktif. Di pariwisata itu search and share, 70 persen melalui digital media, yang efektivitasnya 4 kali lebih efektif, katanya.
Kemenpar juga sudah lebih banyak menggunakan digital media, baik untuk looking, booking sampai payment. Look itu seperti Google, Baidu di China, TripAdvisor dan Ctrip. Untuk booking juga dengan Booking.Com, Ctrip, Alitrip, Traveloka dan lainnya. Sedang payment-nya sudah menggunakan Paypal, Alipay, Amazon, dan lainnya. Wanita berhijab itu juga mencontohkan TripAdvisor yang digunakan oleh travellers di seluruh dunia (kecuali China, red), untuk real time reviews atas semua hal yang ditemukan di lapangan.
Conversion Rate-nya sangat tinggi, dan feedbacks-nya terpercaya, karena merupakan testimonial dari para wisatawan. Kalau bagus, mereka akan apresiasi bagus. Begitu pun sebaliknya, kalau mengecewakan, mereka juga tidak sungkan untuk menuliskan laporan dan bercerita hal yang tidak enak di sosial media. Jadi tidak bisa dibohongi, semua reviews dari user, dari customers, katanya.
Berikan Komentar
Humaniora
465
DPRDPROV
451
Kominfo Lampung
505
Kominfo Lampung
506
333
15-Apr-2026
465
15-Apr-2026
451
15-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia