BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Kondisi fasilitas belajar yang mulai mengalami kerusakan di SD Negeri 3 Rajabasa Jaya, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, mendapat perhatian serius dari Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah.
Setelah turun langsung melihat kondisi sekolah, Asroni tidak hanya menyampaikan perhatian terhadap persoalan tersebut. Politikus Fraksi Gerindra itu juga langsung mencari solusi dengan berkoordinasi bersama RMD Team untuk memperbaiki fasilitas ruang kelas yang dinilai sudah tidak layak dan berpotensi membahayakan siswa.
Perhatian tersebut bermula ketika Asroni melakukan kunjungan ke SDN 3 Rajabasa Jaya dan melihat langsung kondisi kusen jendela ruang kelas yang telah mengalami pelapukan. Kondisi tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan karena bagian jendela yang rusak berada di ruang yang setiap hari digunakan siswa untuk belajar.
Sebagai Ketua Komisi IV DPRD Bandar Lampung yang membidangi kesejahteraan, pendidikan, dan kesehatan, Asroni menilai persoalan fasilitas pendidikan tidak boleh hanya berhenti pada laporan atau pembahasan. Kerusakan yang berpotensi mengganggu keamanan siswa, menurutnya, perlu segera mendapatkan penanganan.
Atas dasar itu, Asroni kemudian berkoordinasi dengan RMD Team agar persoalan tersebut dapat segera ditindaklanjuti. Pada pertengahan Agustus 2026, RMD Team langsung menerjunkan tim untuk melakukan perbaikan di sekolah tersebut.
Tim melakukan penggantian terhadap kusen jendela yang sebelumnya telah lapuk dengan material aluminium Inkalum. Perbaikan tersebut mencakup lima plong jendela dan satu pintu ruang kelas.
Pekerjaan berlangsung selama kurang lebih dua pekan. Selama proses pengerjaan, aktivitas di ruang kelas sempat disesuaikan karena bagian yang diperbaiki harus dibongkar dan ditata kembali agar pemasangan jendela serta pintu dapat dilakukan secara optimal.
Asroni mengatakan, langkah perbaikan tersebut dilakukan karena dirinya melihat kondisi kusen sudah cukup parah. Ia khawatir kerusakan tersebut bukan hanya mengganggu kenyamanan belajar, tetapi juga dapat menimbulkan risiko keselamatan bagi siswa.
“RMD Team langsung mengganti kusen karena saya melihat kondisinya cukup parah. Dikhawatirkan kaca dari kusen tersebut lepas dan bisa menimpa murid SD yang sedang belajar,” ujar Asroni saat meninjau ruang kelas yang telah diperbaiki, Selasa (15/9/2026).
Menurut Asroni, persoalan fasilitas sekolah harus mendapat perhatian yang sama seriusnya dengan persoalan pendidikan lainnya. Sebab, proses belajar mengajar tidak akan berjalan maksimal apabila siswa harus belajar di ruang kelas dengan fasilitas yang rusak atau berpotensi membahayakan.
Ia pun meminta pihak sekolah menjaga fasilitas yang telah diperbaiki. Jendela dan pintu yang baru dipasang diharapkan dirawat secara rutin agar tetap bersih, berfungsi dengan baik, dan tidak cepat mengalami kerusakan.

Perawatan tersebut juga penting untuk mencegah air hujan masuk ke dalam ruang kelas. Sebelum diperbaiki, kondisi kusen yang sudah rusak berpotensi menyebabkan tampias ketika hujan turun sehingga mengganggu kenyamanan siswa saat mengikuti pembelajaran.
Asroni berharap langkah perbaikan yang dilakukan melalui kolaborasi dengan RMD Team tersebut dapat memberikan dampak langsung bagi para siswa. Ia juga meminta perhatian terhadap sekolah-sekolah yang berada di wilayah perbatasan Bandar Lampung agar tidak luput dari perhatian pemerintah.
“Semoga perbaikan ini bisa memberikan kenyamanan bagi murid dalam menimba ilmu. Semoga ke depannya pemerintah kota juga bisa memberikan perhatian lebih untuk sekolah di perbatasan,” kata Asroni.
Bagi Asroni, keberadaan sekolah di wilayah perbatasan tetap harus menjadi bagian dari perhatian pembangunan pendidikan Kota Bandar Lampung. Pemerataan fasilitas pendidikan dinilai penting agar seluruh siswa mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, tanpa melihat lokasi sekolah.
Sementara itu, Koordinator RMD Team, Dewi Mayang Suri Djausal, mengatakan keterlibatan pihaknya dalam perbaikan fasilitas SDN 3 Rajabasa Jaya merupakan bagian dari komitmen RMD Team membantu masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Mayang, sektor pendidikan menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan sosial yang dilakukan RMD Team. Bantuan tidak hanya diarahkan kepada masyarakat secara individu, tetapi juga dapat menyentuh fasilitas yang memiliki manfaat bagi kepentingan bersama.
“Ini merupakan salah satu program yang diusung RMD Team untuk memberikan bantuan kepada yang membutuhkan,” ujar Mayang.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang selama ini memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan sosial RMD Team, khususnya kepedulian terhadap dunia pendidikan di Kota Bandar Lampung.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang terus memberikan perhatiannya, terutama pendidikan di Kota Bandar Lampung. Terima kasih kepada Gubernur Lampung, Bapak Rahmat Mirzani Djausal, yang telah mendukung hingga terlaksananya kegiatan ini,” ujar Mayang.
Menurut Mayang, dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjalankan kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Dengan adanya dukungan tersebut, RMD Team dapat membantu menangani sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian dan penanganan segera.
RMD Team berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi siswa dan guru. Dengan fasilitas ruang kelas yang lebih aman, para siswa diharapkan dapat belajar dengan lebih tenang dan nyaman. (***)
Editor : Sandy,
Berikan Komentar
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia