Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Awas...Perawatan Kuku Bisa Sebabkan Infeksi Jamur, ini Solusinya
Lampungpro.co, 06-Jan-2018

Lukman Hakim 3844

Share

Lampungpro.com, Portal berita Lampung, Portal Berita Online Lampung, Situs Berita Online Lampung, Berita Online Lampung Terdepan, Berita Online Lampung Terkini, Situs Berita Pembangunan Lampung, Situs Berita Pariwisata Lampung, Situs Berita Pendidikan Lampung, Portal Berita Politik Lampung, Portal Berita Nasional Lampung, Portal Berita Olahraga Lampung, Portal Berita Lampung Terkini, Berita Bisnis Lampung Terdepan, Berita Politik Lampung Terkini, Persiapan Asean Games, Berita Asian Games Terkini, Berita Malam Tahun Baru

JAKARTA (Lampungpro.com): Wanita tentu menginginkan kuku yang cantik usai melakukan manicure dan pedicure atau perawatan kuku di salon nail art. Namun, bertolak belakang yang ditemukan di New Jersey. Banyak dari wanita usai melakukan manicure dan pedicure justru mengalami infeksi jamur pada kukunya.

Sebuah studi baru diterbitkan oleh periset dari Universitas Rutgers di Journal of Chemical Health and Safety menemukan 52 persen dari 90 orang yang pergi ke salon nail art yang ada di New Jersey megalami infeksi, jamur, hingga ruam kulit pada kukunya.

Masalah infeksi kuku ini rupanya terjadi lantaran alat yang digunakan oleh salon kecantikan kurang bersih. Sehingga, membuat wanita yang melakukan manicure dan pedicure terkena dermatitis kontak (ruam kulit). Serta, terkena bakteri, jamur, virus, dan bahkan hepatitis B dan C.

Tak hanya itu, kuku juga mengalami sirkulasi udara yang buruk dan pernapasan kuku kurang baik. Bahkan, bisa mengalami reaksi terhadap produk yang mengandung formaldehida atau bahan kimia lainnya.

Dalam penelitiannya, mereka bertanya tentang potensi bahaya yang ditimbulkan dari bahan kimia perawatan kuku. Serta, seberapa intens responden melakukan manicure dan pedicuredalam setahun terakhir ke salon kecantikan. Respondens mengatakan, sekitar tiga kali atau kurang dalam setahun terakhir. Setelah itu, masalah kuku yang dihadapi juga tidak kembali seperti semula.

Penulis studi dan juga seorang profesor di Departemen Lingkungan & Kesehatan Kerja di Sekolah Kesehatan Masyarakat Rutgers, Derek G. Shendell mengatakan, tidak perlu panik ketika mengalami masalah ini. Sebab, tidak semua salon nail art di berbagai negara akan melakukan hal serupa.

Asisten profesor di Sekolah Kesehatan Masyarakat di Universitas Rutgers Judith Graber, Ph.D menyarankan, untuk memeriksa Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit pedoman tentang infeksi kuku jamur. Saat mengunjungi salon nail art, pilihlah salon yang bersih dan bersertifikat dari masing-masing negara. Pastikan salon mensterilkan alatnya, seperti gunting kuku, alat kikir, dan yang lainnya. Bisa juga membawa alat sendiri. Intinya, pastikan cari salon yang bersih, ujarnya dilansir pulse.com.gh, Sabtu (6/12/2018). (**/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16117


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved