Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

BEM Unair Sesalkan BEM SI Tolak Undangan Jokowi
Lampungpro.co, 28-Sep-2019

Erzal Syahreza 596

Share

Aksi mahasiswa di Jakarta. | Ist

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Niat Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dan berdialog dengan mahasiswa bertepuk sebelah tangan. Sebabnya, undangan pertemuan dari Jokowi ditolak mentah-mentah oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI). 

Menanggapi penolakan itu, BEM Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menyesalkan sikap BEM SI. Karena undangan dialog tersebut merupakan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung dan dinilai dapat mempercepat tuntutan mahasiswa.

"Kami menyesalkan sikap kawan-kawan BEM SI tersebut. Karena semestinya bertemu dengan Presiden Jokowi bisa membuat kawan-kawan mahasiswa langsung menyampaikan aspirasi secara terperinci, tanpa sekat dan tanpa pihak perantara," kata Ketua BEM Unair Agung Tri Putra, Jumat (27/9/2019).

Menurut Agung, selain menuntut penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu), pada dasarnya tuntutan seluruh mahasiswa yang telah turun ke jalan hampir sama semua, yakni menuntut pembatalan sejumlah rancangan undang-undang yang dinilai penuh dengan poin-poin kontroversial. Untuk itu, ia merasa heran dengan penolakan itu. 

"Gol kawan-kawan mahasiswa se-Indonesia ini sebenarnya kan sudah jelas, mulai soal pembatalah RKUHP, pengesahan RUU PKS, tuntutan dikeluarkannya Perppu KPK, penanganan kebakaran hutan, penyelesaian permasalahan di Papua, dan beberapa hal lainnya yang sudah kita suarakan bersama. Terus kalau tidak mau bertemu Jokowi, bagaimana maksudnya? Baru setelah tidak ada hasil seusai dialog dengan Presiden, kita turun lagi dan rapatkan barisan," terang Agung.

"Kasihan kami di daerah, kawan-kawan di daerah yang sudah berjuang, eh kawan-kawan BEM SI malah bermanuver tidak mau menyampaikan tuntutan langsung ke Jokowi," tambah Agung.

Dikatakan Agung, jika memang BEM SI bersikap menolak pertemuan dialog dengan Jokowi, maka sebaliknya, pihaknya mengaku siap berdialog dengan siapa saja, tak terkecuali dengan presiden. Tawaran itu disampaikan, sebab, selain menyampaikan aspirasi di jalanan, dialog juga merupakan tradisi intelektual yang melekat pada mahasiswa.

"BEM Unair siap berdialog dengan siapapun termasuk presiden, karena dialog adalah ciri insan kampus untuk instrumen kita berdialektika dengan segera mengutarakan tuntutan," tutur mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional (HI) Fisip Unair itu.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Efisiensi Rasa-rasanya, Kreativitas Jadinya: Dari Tenaga Ahli...

program-program yang tampil itu lahir dari kajian para “ahli...

951


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved