Menurutnya, jabatan pada hakikatnya adalah amanah yang dititipkan, diberikan, dan dianugerahkan, bukan sesuatu yang diperebutkan atau dipertaruhkan.
“Yang namanya jabatan itu amanah. Amanah itu dititipkan, diberikan, dianugerahkan. Bukan untuk diperebutkan, bukan juga dipertaruhkan, apalagi saling sikut,” katanya.
Ia melanjutkan, setiap orang perlu memegang prinsip bahwa amanah adalah titipan. Ia juga menegaskan sejak awal dirinya siap menerima apapun hasil dari proses yang berjalan.
“Saya bersiap legowo, nerimo, lapang dada, dengan penuh keikhlasan menyimak apapun hasilnya dari proses demokrasi kampus yang sesuai regulasi,” ujarnya.
Selain itu, ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk tidak saling berburuk sangka dan fokus pada kebaikan demi kemajuan kampus.
Alumni Doktoral Rusia ini juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pimpinan periode pertama masa kepemimpinannya, mulai dari para wakil rektor, dekan, direktur pascasarjana, ketua lembaga, kepala SPI, kepala UPT, wakil dekan, kepala pusat, kaprodi, hingga sekprodi.
Ia menilai dedikasi dan kerja bersama tersebut telah membawa UIN Raden Intan Lampung berkembang hingga seperti saat ini, termasuk meraih berbagai pengakuan, di antaranya predikat sebagai salah satu most sustainable campus.
Berikan Komentar
Taman Wisata Wira Garden memang menjadi salah satu destinasi...
2289
Olahraga
422
Kominfo Lampung
425
371
07-Apr-2026
340
07-Apr-2026
361
07-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia