BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Panjang, kembali mendemo Pengurus Koperasi TKBM. Kali ini mereka berdemo di Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung selama dua hari yakni Rabu-Kamis (12-13/1/2022).
Koordinator Aksi TKBM Pelabuhan Panjang Nurhadi mengatakan, aksi ini kembali dilakukan untuk mempercepat pengesahan Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) Koperasi TKBM. Mereka menilai setelah RALB itu, Kepala Dinas Koperasi Bandar Lampung mengeluarkan dan mengesahkan legalitas untuk mereka.
"Hingga koni Dinas Koperasi belum juga mengesahkan, dengan alasan ada mekanisme yang tidak memenuhi tahapan. Mereka melihat ada tahapan yang salah, tapi mereka tidak melihat kerugian buruhnya," kata Nurhadi.
Sementara itu menanggapi aksi demo buruh TKBM Pelabuhan Panjang di Pemkot Bandar Lampung, Wakil Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang Jolly mengungkapkan, pihaknya mempertanyakan legalitas hasil RALB. Pengurus menganggap legalitasnya yang sah dan versi RALB tidak sah.
"Kalau bicara aksi demo itu ditunggangi atau tidak, ada indikasi ke arah sana. Apakah itu oleh oknum-oknum tertentu atau organisasi-organisasi, itu bukan ranah kami dan biarkan aparat keamanan," ujar Jolly
Pengurus Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang saat ini tengah menginventarisir permasalahan-permasalahan yang dapat merugikan kelembagaan koperasi tersebut. Terkait polemik terhadap pengelolaan koperasi salama ini tertunda, Jolly menganggap berdasarkan forum rapat bersama pemerintah daerah menyimpulkan, segala bentuk pengelolaan tertunda dikembalikan kepada pengurus sah Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang mulai 12 Januari 2022.
Terpisah, pasca demonya Buruh TKBM Pelabuhan Panjang, Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Panjang Hendri Ginting mengklaim, aktivitas pelabuhan masih tetap berjalan normal dan lancar. Meski diawal tahun 2022 belum banyak aktivitas, namun sejak awal tahun tidak pernah ada gangguan.
"Kami berharap semua pihak bisa terus menjaga kondusivitas dan situasi pelabuhan. Hal ini karena pelabuhan sebagai sumber ekonomi bagi masyarakat, baik perdagangan, pertukaran barang, domestik maupun luar negeri, sehingga ini nantinya bisa meningkatkan ekonomi di Lampung," jelas Hendri Ginting.
Meskipun demikian, aksi yang dilakukan tidak ditentangnya, hanya saja KSOP meminta tetap memperhatikan kondisi pelabuhan agar stabil. Sebab apabila terjadi ketidakstabilan di pelabuhan, dikhawatirkan akan timbul dampak negatif. (***)
Editor : Febri Arianto
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
15803
EKBIS
8375
Bandar Lampung
5764
Bandar Lampung
4113
Bandar Lampung
3973
226
03-Apr-2025
324
03-Apr-2025
344
03-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia