Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Ditawar Miliaran Rupiah, Warga Bukit Kemuning ini Pilih Wakafkan Tanah untuk Bangun Masjid ini
Lampungpro.co, 15-Oct-2021

Amiruddin Sormin 5625

Share

Pasangan suami istri, Ismeth Faisol (66) dan Nur Hasbiah (54), mewakafkan tanahnya untuk Masjid Al Majid di Bukit Kemuning, Lampung Utara. [Suaralampung.id/Santo]

Masjid Al Majid, Bukit Kemuning, Lampung Utara. LAMPUNGPRO.CO/DOMPET DUAFA

Pria berperawakan bersih dengan tatapan mata yang tajam itu, mengatakan bukan dirinya yang membangun Masjid Al Majid dengan konstruksi megah. "Yang membangun ini Yayasan Dompet Dhuafa, bukan kami. Tapi lahannya ini pemberian dari saya secara sukarela," terang pria 66 tahun tersebut.

Masjid Al Majid berdiri di atas tanah seluas 17 hektare. Letaknya sangat strategis di pinggiran Jalan Lintas Sumatera di Bukit Kemuning, Lampung Utara. Karena lokasi yang strategis, tanah Ismeth menjadi incaran para pengembang. Pensiunan PNS ini mengaku pernah didatangi pengusaha properti beberapa kali menawar tanahnya itu. 

"Sebelum tahun 2014 beberapa kali pengusaha mendatangi kami, menawar tanah kami dengan harga fantastis di atas Rp3 miliar waktu itu tapi tidak saya lepas, karena saya dan istri saya ada rencana yang lebih berharga, lebih besar nilainya dari Rp3 miliar itu," tegas Ismeth.

Ismeth menggambarkan jika tanah seluas 17 hektare lebih itu dijual, uangnya untuk beli mobil mewah atau benda berharga lainnya. Namun kata Ismeth mobil mewah dan benda berharga tidak akan menjamin dirinya ketika di alam barzah kelak.

Karena itu Ismeth dan istrinya Nur Hasbiah berencana mewakafkan tanah itu untuk masjid agar amalannya tetap mengalir ketika ia sudah tiada nantinya. "Motivasi saya dan istri saya mewakafkan lahan seluas 17 hektare lebih ini untuk dibangun masjid dan rumah sakit, agar ketika kami dipanggil Sang Khalik, bisa menjadi amal baik kami dan menjadi teman abadi kami ketika sudah dipanggil Sang Khalik," tegas Ismeth Faisol.

Punya rencana mewakafkan tinggal merealisasikannya. Selama dua tahun, pria empat anak itu mencari lembaga atau yayasan yang dianggap tepat untuk menerima wakaf darinya.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16012


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved