Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Dosen Polinela Kembangkan Hidroponik Fodder Jagung, Solusi Pakan Ternak Cepat dan Efisien di Perkotaan
Lampungpro.co, 17-Oct-2025

Sandy 45635

Share

Penelitian dosen Polinela, Hidroponik Fodder Jagung (HFJ) | Lampungpro.co

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Ketersediaan pakan ternak berkualitas menjadi persoalan klasik yang terus menghantui sektor peternakan, terutama di wilayah perkotaan. Produksi hijauan konvensional yang bergantung pada lahan luas dan kondisi cuaca kerap tidak stabil. Sementara itu, harga pakan konsentrat yang terus meningkat membuat beban ekonomi peternak semakin berat.

Melihat kondisi tersebut, tim dosen dari Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menginisiasi penelitian inovatif untuk menemukan solusi pakan alternatif yang efisien, ekonomis, dan berkelanjutan. Penelitian ini dipimpin oleh Ir. Imelda Panjaitan, M.Si dengan anggota tim Anjar Sofiana, S.Pt., M.Si., Herdyon Banu, S.Pt., M.Sc., Mutia Rizkia S., S.Tr.Pt., M.Tr.P., drh. Luh Putu Nadya S., M.Si., Dr. Ir. Suraya Kahfi S., M.T.A., Dr. Ir. Yana Sukaryana, M.P., dan Dr. Ghoffar Husnu, S.Pt., M.P.

Hidroponik Fodder Jagung: Cepat, Hemat, dan Ramah Lingkungan

Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan adalah Hidroponik Fodder Jagung (HFJ), yaitu sistem produksi hijauan pakan menggunakan metode hidroponik. Dengan teknik ini, biji jagung dapat dikecambahkan menjadi hijauan segar dalam waktu hanya 10–14 hari, tanpa memerlukan lahan luas dan dengan penggunaan air yang jauh lebih efisien.

Fodder hasil sistem ini diketahui memiliki nilai gizi tinggi, dengan kandungan protein, vitamin, enzim, dan energi metabolis yang meningkat signifikan dibandingkan biji kering. Tak heran, teknologi ini dinilai menjanjikan untuk mendukung keberlanjutan peternakan urban.

Namun, sistem hidroponik juga memiliki tantangan tersendiri, yakni kerentanan terhadap kontaminasi mikroba patogen, khususnya jamur yang dapat menurunkan kualitas dan keamanan pakan.

Inovasi Integratif: Kombinasi BAL KNF dan AB Mix

Untuk mengatasi kendala tersebut sekaligus meningkatkan kandungan nutrisi fodder, tim peneliti Polinela memperkenalkan pendekatan baru dengan mengintegrasikan Bakteri Asam Laktat (BAL) dari konsep Korean Natural Farming (KNF) ke dalam larutan nutrisi AB Mix, yang selama ini menjadi standar dalam budidaya hidroponik.

KNF merupakan pendekatan pertanian alami yang memanfaatkan mikroorganisme lokal (MOL) yang bermanfaat bagi tanaman. Dalam konteks ini, BAL berperan penting dalam tiga aspek utama:

1. Sebagai agen pengendali hayati, BAL mampu menekan pertumbuhan jamur dan patogen lain yang merusak tanaman.
2. Sebagai biofertilizer, membantu meningkatkan ketersediaan unsur hara dan efisiensi penyerapan nutrisi.
3. Sebagai biostimulan, merangsang pertumbuhan akar dan mempercepat proses perkecambahan.

Integrasi BAL KNF dengan AB Mix diharapkan dapat memperkuat daya tahan tanaman terhadap penyakit sekaligus meningkatkan efisiensi produksi hijauan. Dengan begitu, peternak bisa mengurangi ketergantungan pada fungisida atau pupuk sintetis, serta menekan biaya produksi secara keseluruhan.

Mendorong Produksi Pakan Ternak yang Berkelanjutan

Penelitian yang tengah berjalan ini bertujuan untuk menguji efektivitas penambahan BAL KNF dalam larutan AB Mix terhadap produktivitas biomassa dan profil nutrisi fodder, mencakup kandungan protein kasar, serat kasar, lemak, dan mineral.

Jika hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan, inovasi ini berpotensi menjadi rekomendasi praktis bagi peternak dalam menerapkan sistem produksi pakan hidroponik yang lebih sehat dan efisien.

Selain itu, pendekatan ini juga mendukung prinsip pertanian ramah lingkungan melalui optimalisasi penggunaan air dan pengurangan ketergantungan pada bahan kimia sintetis.

“Inovasi pakan berkelanjutan ini adalah langkah maju dalam memastikan ketersediaan pakan berkualitas tinggi sebagai substitusi hijauan alami, terutama untuk meningkatkan produktivitas ternak ruminansia di wilayah dengan keterbatasan lahan,” ujar Imelda Panjaitan, Ketua Tim Peneliti Polinela.

Penelitian ini mendapat dukungan pendanaan dari DIPA Polinela Tahun Anggaran 2025, dan diharapkan dapat menjadi terobosan baru dalam sistem pakan ternak urban yang efisien, sehat, dan ramah lingkungan. (***)
Editor : Sandy,

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Belum Kena di Saya, Bukan Berarti Tidak...

Lampung ini bukan hanya soal “saya sudah dapat apa”,...

855


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved