Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Dosen Polinela Kembangkan Model Dampak Banjir DAS Way Balau untuk Dukung Mitigasi Risiko Perkotaan
Lampungpro.co, 23-Sep-2026

Sandy 238

Share

Tim dosen Polinela teliti memetakan potensi dampak banjir di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Bandar Lampung | LAMPUNGPRO.CO/Ist

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Tim dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengembangkan model untuk memetakan potensi dampak banjir di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Balau, Kota Bandar Lampung.

Penelitian tersebut mengangkat tema “Pengembangan Model Dampak Banjir DAS Way Balau sebagai Dasar Mitigasi Risiko untuk Mendukung Ketahanan Wilayah Perkotaan Berkelanjutan Kota Bandar Lampung.”

Kajian ini diarahkan untuk menghasilkan informasi yang dapat digunakan sebagai salah satu dasar dalam memahami risiko banjir sekaligus mendukung penyusunan langkah mitigasi di kawasan perkotaan.

Salah satu tahapan penelitian yang dilakukan tim adalah pengambilan sampel air Sungai Way Balau. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga bagian sungai, yakni kawasan hulu, tengah, dan hilir, untuk memperoleh gambaran kondisi air serta karakteristik aliran pada masing-masing segmen sungai.

Titik pengambilan sampel di bagian hulu berada di Jalan Lambang, Kecamatan Labuhan Ratu. Sementara itu, titik sampling bagian tengah berlokasi di Gang Persada, Kecamatan Kedamaian, dan bagian hilir berada di Jalan Ikan Kembung, Kecamatan Teluk Betung Selatan.

Pembagian lokasi sampling tersebut dilakukan untuk memperoleh data lapangan yang mewakili kondisi Sungai Way Balau dari bagian hulu hingga hilir. Data yang diperoleh nantinya menjadi salah satu komponen dalam rangkaian analisis untuk membangun model dampak banjir di kawasan DAS tersebut.

Tim peneliti tidak hanya melihat kondisi kualitas air. Data lapangan juga akan dikombinasikan dengan informasi spasial untuk mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai karakteristik DAS Way Balau dan wilayah yang berada di sekitarnya.

Dalam proses tersebut, Sistem Informasi Geografis (GIS) digunakan untuk mengolah dan menganalisis data spasial. Pendekatan ini memungkinkan karakteristik wilayah, jaringan sungai, serta kondisi ruang di sekitar DAS ditampilkan dan dianalisis secara lebih terintegrasi.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Gabah Dilarang Keluar, Tapi Mengapa Masih Bisa...

Mengapa pembeli dari luar Lampung mampu menawarkan harga gabah...

10887


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved