Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Dosen Polinela Latih KWT Mutiara Ghori Kembangkan Trichoderma untuk Bawang Merah
Lampungpro.co, 10-Aug-2026

Sandy 329

Share

Tim dosen PkM Polinela saat bersama KWT Mutiara Ghori | LAMPUNGPRO.CO/Ist

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Politeknik Negeri Lampung (Polinela) terus mendorong pemanfaatan hasil penelitian dan teknologi pertanian agar dapat diterapkan langsung di tengah masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang menyasar kelompok tani dan Kelompok Wanita Tani (KWT).

Melalui program tersebut, tim dosen Polinela yang terdiri dari Wika Anrya Darma, Betari Safitri, Rahmadyah Hamiranti, Pebria Sisca, Nanang Wahyu Prajaka, dan Abied Khafidan, memberikan pelatihan kepada KWT Mutiara Ghori mengenai perbanyakan Trichoderma spp. dan penerapannya dalam budidaya bawang merah.

Kegiatan bertajuk “Penguatan Keterampilan KWT Mutiara Ghori melalui Pelatihan Perbanyakan Trichoderma spp. untuk Mendukung Budidaya Bawang Merah Berkelanjutan” tersebut dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada Rabu (22/7/2026) dan Senin (27/7/2026).

Program ini dilaksanakan sebagai respons atas persoalan yang selama ini dihadapi KWT Mutiara Ghori dalam mengembangkan budidaya bawang merah. Salah satu kendala utama adalah pertumbuhan dan produksi tanaman yang belum stabil akibat serangan penyakit layu Fusarium.

Melalui kegiatan tersebut, tim PkM Polinela memperkenalkan Trichoderma spp. sebagai salah satu agen hayati yang berpotensi membantu menjaga kesehatan tanaman sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan bahan kimia dalam proses budidaya.

Pada tahap pertama, anggota KWT mendapatkan pemahaman mengenai prinsip dasar perbanyakan Trichoderma spp.. Tidak hanya diberikan materi secara teori, peserta juga diajak melakukan praktik langsung sehingga dapat memahami tahapan perbanyakan sekaligus cara memanfaatkannya dalam kegiatan pertanian.

Tim juga memberikan pelatihan mengenai penerapan Trichoderma melalui pembuatan trichokompos. Teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif yang mudah diterapkan anggota KWT dalam mendukung kesehatan tanah dan tanaman.

Pendekatan praktik menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Dengan terlibat secara langsung, anggota KWT diharapkan tidak hanya memahami konsep yang diberikan, tetapi juga memiliki keterampilan untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi tersebut secara mandiri.

"Ibu-ibu KWT sangat antusias mengikuti pelatihan. Kegiatan ini bukan hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membangun keterampilan agar anggota KWT mampu menghasilkan dan memanfaatkan teknologi sederhana yang dapat mendukung kegiatan budidaya," ujar Wika Anrya Darma.

Dilanjutkan Praktik Budidaya Bawang Merah

Setelah pelatihan perbanyakan Trichoderma spp., kegiatan dilanjutkan pada Senin (27/7/2026) dengan pelatihan dan pendampingan budidaya bawang merah.

Pendampingan dimulai dari persiapan bahan tanam hingga proses penanaman. Tim dosen bersama anggota KWT melakukan praktik secara langsung dengan menerapkan pengetahuan dan teknologi yang telah diperoleh pada kegiatan sebelumnya.

Keterlibatan langsung anggota KWT dalam setiap tahapan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus memudahkan penerapan teknologi pada kegiatan budidaya berikutnya.

Para anggota KWT Mutiara Ghori menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai metode pelatihan yang dipadukan dengan praktik langsung membuat materi lebih mudah dipahami dan diterapkan.

"Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Materinya tidak hanya disampaikan secara teori, tetapi kami juga langsung mempraktikkannya. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat terus diterapkan untuk mendukung budidaya bawang merah di KWT kami," ujar Ketua KWT Mutiara Ghori.

Selain melibatkan dosen dan anggota KWT, kegiatan praktik tersebut juga mendapat dukungan dari mahasiswa Polinela. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari proses pembelajaran berbasis pengalaman, sekaligus memberikan kesempatan kepada mereka untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat memahami berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan, sekaligus ikut berperan dalam proses transfer pengetahuan dan teknologi dari lingkungan perguruan tinggi kepada masyarakat.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dinilai penting agar inovasi teknologi pertanian tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi dapat diterapkan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Melalui kegiatan PkM ini, Polinela menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas masyarakat melalui penerapan teknologi pertanian yang sederhana, aplikatif, dan berkelanjutan.

Pemanfaatan Trichoderma spp. dalam budidaya bawang merah diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif bagi KWT Mutiara Ghori untuk meningkatkan kesehatan tanaman, menekan risiko penyakit, serta mendukung produktivitas dan keberlanjutan usaha budidaya bawang merah. (***)
Editor : Sandy,

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
ASN Disuruh Absen Pagi dan Sore. Lalu,...

Pernyataan seorang anggota DPR yang mengatakan masih ada ASN...

14752


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved