BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Empat bakal calon anggota DPD RI asal Lampung yang mendaftar di KPU membatalkan pencalonannya. Keempat bakal calon yang batal tersebut ialah Pattimura, Arif Suhaimi, Taufiq, dan Willy Lesmana Putra. Keempat nama tersebut hingga batas akhir pendaftaran, Rabu (24/7/2018) pukul 00.00 WIB, tidak mengembalikan berkas.
Jika sebelumnya bakal calon anggota DPD RI asal Lampung ada 29 nama, kini setelah berkurang empat nama, menjadi 25 nama. Namun, pada akhir pendaftaran ada satu nama yang mendaftarkan diri menjadi calon anggota DPD RI, yaitu Olfi Anwari. Olfi mendaftar ke KPU Lampung pada Rabu (11/7/2018) malam.
Masuknya nama Olfi pada bursa bakal calon DPD RI membuat jumlahnya bertambah menjadi 26 nama. Kini, 26 nama tersebut bakal memperebutkan 4 kursi DPD RI asal Lampung. Data yang diterima Lampungpro.com dari KPU Lampung, 26 nama tersebut ialah:
1. Abdul Hakim;
2. Bustami Zainudin;
3. Nurlita Zubaidah;
4. M. Alzier Dianies Thabrabie;
5. Taufik Hidayat;
6. A Ben Bella;
7. Umarsyah;
8. Akhmad Hidayat;
9. Jihan Nurlela;
10. Ahmad Bastian;
11. Ida Jaya;
12. Andi Surya;
13. I Gede Sudiatmaja;
14. Marsidi Hasan;
15. Tatang Sumantri;
16. Ismun Ali;
17. Jamhari Hadipurwanta;
18. Dewi Pratiwi Mandasari;
19. Amir Faisal Sanjaya;
20. Anang Prihantoro;
21. Imam Santoso;
22. Abdul Aziz Adyas;
23. Nazarudin;
24. Herman Sismono;
25. Yanti;
26. Olfi Anwari.
Berikan Komentar
Sorak bahagia pecah di GSG Karya Bakti, tapi realisasi...
16736
Lampung Selatan
2309
Kominfo Lampung
1307
Advetorial
2340
11722
28-Mar-2026
137
26-Mar-2026
248
26-Mar-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia