BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, berdiskusi bersama PT. Olam Indonesia serta Tim Partnership for Forests (P4F) dari pemerintah Inggris, sebagai tindak lanjut kerja sama pengembangan komoditas kehutanan sosial pada Selasa (27/1/2026).
Kegiatan tersebut, merupakan lanjutan dari kunjungan lapangan hilirisasi kakao di Lampung Timur, Pesawaran, Lampung Tengah, dan Tanggamus. Site visit dilakukan untuk melihat langsung potensi kakao petani perhutanan sosial, yang akan masuk dalam skema hilirisasi berbasis agroforestri.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela mengatakan, kerja sama dengan PT. Olam telah memiliki dasar yang kuat melalui nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS). Kolaborasi ini, difokuskan pada hilirisasi kakao, sekaligus peningkatan kualitas budidaya petani.
"Kami membersamai PT Olam, yang melakukan site visit di beberapa daerah yang sudah disepakati dalam MoU, termasuk Pesawaran dan Lampung Timur, terkait kerja sama hilirisasi kakao," kata Jihan Nurlela.
Menurutnya, hasil observasi menunjukkan kualitas kakao petani Lampung dinilai baik, dan proyek ini disambut optimistis oleh semua pihak.
Pembahasan kerja sama dengan PT. Olam telah berlangsung intensif dan mendapat dukungan penuh dari Gubernur Lampung. Kolaborasi ini, sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan petani perhutanan sosial.
Petani perhutanan sosial banyak yang membudidayakan kakao, dan PT Olam memiliki ketertarikan kuat pada komoditas ini. Mereka nantinya akan ikut membina petani sekaligus melakukan hilirisasi kakao.
Kerja sama tersebut, turut mendorong transisi dari sistem monokultur ke agroforestri yang lebih berkelanjutan. Pendekatan agroforestri, dinilai mampu menjaga keseimbangan antara nilai ekonomi dan ekologis hutan.
Petani tetap memperoleh manfaat ekonomi, sementara fungsi lingkungan hutan, yang dapat dipertahankan dan ditingkatkan secara bersama-sama.
Sementara itu, Direktur PT. Olam Food Ingredients (OFI) Indonesia, Imam Suharto mengungkapkan, pihaknya telah menjalankan pendampingan kakao berbasis agroforestri di lahan pertanian sejak 2015. Model tersebut, dinilai berhasil dan siap diperluas ke kawasan perhutanan sosial di Lampung.
"Kami menemukan visi yang sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, untuk mengembangkan kakao agroforestri dan multi komoditas di lahan perhutanan sosial," ungkap Imam Suharto.
Proyek tersebut, direncanakan mencakup sekitar 35.000 hektare lahan perhutanan sosial, dengan melibatkan 18.000 petani di empat kabupaten di Lampung.
Proyek tersebut, juga turut mendapatkan perhatian dari Pemerintah Inggris melalui FCDO, dan diharapkan menjadi percontohan global.
PT. Olam pun menargetkan implementasi program daerah, dapat dimulai paling lambat pada Maret 2026, setelah seluruh tahapan persiapan disepakati bersama pemerintah daerah. (***)
Editor : Febri Arianto
Berikan Komentar
Bandar Lampung
489
Lampung Selatan
3161
KOPI PAHIT
1105
213
28-Jan-2026
191
28-Jan-2026
208
28-Jan-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia