JAKARTA (Lampungpro.com) : PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengklaim telah menurunkan harga tiket pesawat. Namun, penurunan harga dilakukannya lewat penawaran tiket promo. Porsi tiket promo sendiri berkisar 30-40 persen dalam setiap penerbangan. Penurunan harga tiket ini menyusul keputusan asosiasi maskapai pesawat setelah diprotes masyarakat soal lonjakan harga secara tiba-tiba. "Tiket promo itu bentuk penurunan harga," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara Danadiputera, dalam keterangan persnya, Rabu (23/1/2019).
Menurut Ari, besarnya penurunan harga tiket pesawat Garuda Indonesia melalui promo cukup variatif, mayoritas promo ditawarkan untuk penerbangan rute Jakarta ke wilayah Indonesia Tengah dan Timur. Misalnya, penerbangan rute Jakarta-Ambon dari harga normal Rp7,23 juta menjadi Rp3,25 juta, rute Jakarta-Makassar dari harga normal Rp4,28 juta menjadi Rp2,8 juta.
Kemudian, Jakarta-Pontianak dari harga normal Rp3 juta menjadi Rp1,9 juta, Jakarta-Ternate dari harga normal Rp6,87 juta menjadi Rp3 juta. Jakarta-Denpasar dari harga normal Rp3,3 juta menjadi Rp992 ribu, Jakarta-Jayapura dari harga normal Rp10,94 juta menjadi Rp6 juta, dan Jakarta-Ternate dari harga normal Rp6,87 juta menjadi Rp3 juta.
Selain itu, maskapai pelat merah itu juga menawarkan tiket promo untuk penerbangan di Pulau Jawa. Misalnya penerbangan rute Jakarta-Surabaya dari harga normal Rp2,74 juta menjadi Rp824 ribu dan Jakarta-Banyuwangi dari harga normal Rp3,15 juta menjadi Rp1,6 juta. Garuda juga menyediakan tiket promo untuk rute menuju Jakarta. Misalnya, rute Aceh-Jakarta dari harga normal Rp2,65 juta menjadi Rp798 ribu dan rute Padang-Jakarta dari harga normal Rp1,7 juta menjadi Rp800 ribu.
Ketika ditelusuri tiket promo tersebut lewat situs pemesanan tiket online. Misalnya, untuk tiket pesawat rute Jakarta-Surabaya, dan rute Padang-Jakarta untuk periode 28 Januari atau sepekan ke depan. Namun, tiket dengan harga tersebut sudah tidak ditemukan. Ari menjelaskan habisnya tiket promo lantaran tingginya permintaan. "Tiket murahnya sudah habis karena permintaan tinggi. Jadi dapat tiket yang mahal," jelasnya.(**/PRO4)
Berikan Komentar
Bandar Lampung
400
Kominfo Lampung
471
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia