Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Lampung Siaga ‘Godzilla El Nino’: Kemarau Diprediksi Lebih Panjang dan Panas
Lampungpro.co, 30-Mar-2026

Sandy 231

Share

Humas BPBD Lampung, Wahyu Hidayat || LAMPUNGPRO.CO

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Kemarau ekstrem menjadi perhatian serius, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul prediksi fenomena “Godzilla El Nino” yang diperkirakan mulai terasa pada akhir April 2026.

Informasi tersebut disampaikan Humas BPBD Lampung, Wahyu Hidayat, yang menyebut kondisi panas tahun ini berpotensi lebih panjang dan lebih ekstrem dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sebagaimana proyeksi dari BMKG.

“Untuk itu kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap musim kemarau tahun ini. Dampaknya bisa berupa suhu panas ekstrem, kekurangan air bersih, hingga meningkatnya potensi kebakaran,” ujar Wahyu, Senin (30/3/2026).

Menurutnya, wilayah dengan karakteristik lahan gambut perlu menjadi perhatian khusus. Pasalnya, kondisi cuaca panas yang berkepanjangan sangat rentan memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Waspada terhadap kebakaran hutan dan lahan itu penting, terutama saat puncak kemarau. Penguatan sistem keamanan dan deteksi dini titik api harus diaktifkan,” tegasnya.

BPBD Lampung, lanjut Wahyu, telah melakukan langkah antisipasi dengan memperkuat koordinasi bersama BPBD kabupaten/kota. Hal ini dilakukan guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi kemarau panjang yang diprediksi berlangsung hingga enam bulan, atau sampai September 2026.

Dari hasil pemetaan, terdapat tiga wilayah yang menjadi perhatian utama, yakni Kabupaten Lampung Timur, Mesuji, dan Way Kanan. Ketiganya memiliki riwayat panjang terkait kekeringan dan kebakaran lahan saat musim kemarau.

“Wilayah tersebut memang memiliki potensi kebakaran lebih tinggi dibanding daerah lain, sehingga menjadi fokus pengawasan kami,” jelas Wahyu.

Tidak hanya itu, BPBD Lampung juga menjalin koordinasi lintas provinsi, termasuk dengan BPBD Sumatera Selatan, untuk memperkuat strategi penanggulangan karhutla di wilayah perbatasan.

Sebagai langkah tambahan, pemerintah juga membuka peluang melakukan rekayasa cuaca atau hujan buatan guna mengurangi dampak kekeringan ekstrem.

“Kami terus mempersiapkan berbagai skenario, termasuk perekayasaan cuaca, untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang ini,” pungkas Wahyu.

Dengan potensi kemarau yang lebih panjang dan intens, masyarakat diimbau mulai mengantisipasi sejak dini mulai dari penghematan air, menghindari aktivitas yang memicu kebakaran, hingga meningkatkan kesiapsiagaan lingkungan. (***)
Editor : Sandy,

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved