Pertanyaannya, apakah aktivitas Anak Krakatau bisa kembali memicu tsunami di Selat Sunda?
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengaku pihaknya belum bisa memastikan apakah tsunami akan berulang. Yang jelas, peristiwa Sabtu malam menjadi pelajaran bahwa kewaspadaan perlu ditingkatkan karena Gunung Anak Krakatau masih aktif.
"Ada potensi yang pasti. Pertama, Gunung Anak Krakatau itu masih aktif, yang kedua sampai sekarang getaran tremor juga masih tercatat, juga itu menunjukkan aktifnya Krakatau," kata Rahmat, Rabu (26/12/2018).
Rahmat menambahkan, diprediksi masih ada ada material bongkahan lereng Anak Gunung Krakatau yang belum longsor dan masih berpotensi kolaps. "Kalau terjadi bisa menimbulkan runtuhan dan masih bisa menimbulkan tsunami," tambah dia.
BMKG meminta masyarakat menjauhi pantai untuk sementara ini. Apalagi, gelombang sedang tinggi. "Ya enggak ada salahnya kalau menjauh, tapi bukan berarti evakuasi," kata Rahmat.
Berapa jarak aman agar terhindar dari potensi tsunami? Menurut dia, itu tergantung morfologi pantai. "Kalau di tebing, tentunya tinggi dan aman," kata Rahmat. "Kalau datar ya bahaya. Intinya begitu."
Sementara itu, Kepala Badan Geologi, Rudi Suhendar, mengatakan, kondisi Gunung Anak Krakatau saat ini masih terjadi letusan secara terus menerus. Karena itu pula, dimungkinkan ada rontokan di badan gunung. Erupsi yang masih terjadi pun belum bisa diprediksi kapan akan berakhir.
Berikan Komentar
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.
2912
Polinela
991
Pendidikan
893
Kominfo Lampung
917
911
30-Apr-2026
991
30-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia