Kalau gabah memang dilarang keluar dari Lampung, maka harus ada sistem yang memastikan gabah tersebut tetap terserap di dalam Lampung dengan harga yang layak. Jangan hanya melarang keluar, tetapi setelah itu petani dan pengangkut bingung harus menjual kepada siapa.
Bupati Lampung Selatan juga tidak boleh hanya menjadi penonton. Wilayah Lampung Selatan adalah pintu utama pergerakan barang dari Sumatera menuju Pulau Jawa. Karena itu, persoalan ini membutuhkan keterlibatan serius pemerintah daerah.
Jangan sampai setelah gubernur berganti dan bupati berganti, masalahnya tetap sama.
Setiap tahun ada cerita gabah hendak keluar Lampung. Setiap tahun ada operasi. Kendaraan dihentikan. Ada yang diputarbalikkan. Lalu beberapa waktu kemudian, persoalan yang sama muncul lagi.
Sementara rakyat melihat persoalan dari tempat yang paling sederhana: harga beras di warung.
Beberapa bulan lalu, beras premium kemasan lima kilogram masih sekitar Rp82 ribu. Kini, pada Agustus 2026, harganya sudah sekitar Rp85 ribu. Beras medium pun terus mengalami kenaikan.
Warga hanya bisa mengeluh, tetapi tetap membeli.
Berikan Komentar
KOPI PAHIT
905
Kominfo Lampung
949
159
29-Aug-2026
174
29-Aug-2026
180
29-Aug-2026
171
29-Aug-2026
191
29-Aug-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia