"Di sisi lain, kinerja pembangunan ekonomi daerah juga tetap baik meskipun di tahun 2021 pandemi Covid 19 masih terjadi. Hal ini ditandai dengan indikator pertumbuhan ekonomi Lampung yang terus semakin membaik sepanjang tahun 2021. Sehingga ekonomi Lampung diharapkan tumbuh mencapai 4% ditahun 2022," jelasnya.
Kinerja pertumbuhan ekonomi Lampung kedepan, lanjutnya, diprediksi akan semakin membaik dengan didorong oleh beberapa faktor, antara lain Pertama, kinerja sektor pertanian tanaman pangan dan perkebunan yang di proyeksi terus tumbuh positif tentunya dengan dukungan kinerja program-program pembangunan di bidang pertanian. Salah satu program pendukung utamanya adalah e-KPB. Program ini diinisiasi untuk menjawab permasalahan dan kebutuhan petani di lapangan yang belum mampu dipenuhi oleh proram Kartu Tani Kementerian Pertanian.
Kedua, semakin membaiknya sisi konsumsi masyarakat sejalan dengan meningkatnya mobilisasi sumberdaya ekonomi, pergerakan masyarakat serta aktifitas dan transaksi ekonomi sejalan dengan semakin rendahnya resiko pandemi Covid-19. Ketiga, meningkatnya produksi dan kinerja sektor industri (Hilirisasi sumber daya alam) maupun ekonomi kerakyatan (UMKM) serta peningkatan nilai ekspor Luar Negeri Provinsi Lampung.
Poin penting dari capaian pembangunan ekonomi tersebut adalah turunnya tingkat kemiksinan atau presentase penduduk miskin di Provinsi Lampung. Peringkat Provinsi Lampung terhadap angka kemiskinan dalam riliis BPS terakhir naik 2 level, dari urutan 12 menjadi 14 ( persentase penduduk miskin 11,67%). Angka ini lebih tinggi dari Provinsi Sumatera Selatan yang berada di peringkat 11, dan Provinsi lain seperti Bengkulu, Provinsi Aceh, bahkan Jogja.
"Sejalan dengan menurunnya tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran juga semakin berkurang. Kalau kita cermati capaian Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2021 Lampung mencapai 4,69 persen jauh lebih baik dari pada capaian rata-rata Nasional yang mencapai 6,49 persen," ungkap Gubernur.
Keberhasilan capaian indikator makro pembangunan tersebut, lanjut Arinal, didukung oleh pembangunan infrastruktur dan penguatan konektivitas serta dukungan terhadap pelayanan infrastruktur dasar. Meliputi penyediaan air bersih, sanitasi, pengurangan kawasan kumuh guna mencapai Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Provinsi Lampung.
Gubernur Arinal menuturkan bahwa keberhasilan Lampung menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah lesunya perekonomian global akibat dampak Covid-19, utamanya dikarenakan Provinsi Lampung memiliki sumberdaya pertanian yang menjadi sektor basis dalam pembangunan ekonomi. Lampung dikaruniai lahan yang subur sehingga menjadi salah satu Lumbung Pangan Nasional.
Berikan Komentar
Lampung Selatan
2096
Kominfo Lampung
1119
Advetorial
2157
11542
28-Mar-2026
342
25-Mar-2026
2096
24-Mar-2026
1119
24-Mar-2026
2157
22-Mar-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia