Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Gubernur Terima Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI, Paparkan Pertumbuhan Ekonomi Lampung
Lampungpro.co, 13-Jul-2022

Sandy 684

Share

Dokumentasi Adpim Provinsi Lampung | Lampungpro.co/Ist

Lampung merupakan daerah penghasil utama  komoditas pangan, hortikultura serta perkebunan seperti: Komoditas Ubi Kayu (Peringkat ke-1 Nasional); Padi (Peringkat ke-6 Nasional); Jagung; Pisang; Nanas; Tebu; Kopi; Lada; Kakao; karet dan sebagainya. Dari 33 agenda kerja gubernur Lampung untuk mewujudkan Rakyat Lampung Berjaya, terdapat tujuh agenda kerja untuk sektor pertanian yakni kartu petani berjaya, beasiswa mahasiswa pertanian, mencegah dan memberantas peredaran pupuk palsu, revitalisasi lada, meningkatkan daya saing kopi, kakao dan komoditas unggulan lainnya, nelayan berjaya dan Lampung sebagai pusat inkubasi tanaman nusantara;

Guna mengoptimalkan potensi sumberdaya pertanian yang dimiliki maka beberapa prioritas rencana pembangunan pertanian antara lain pengembangan kawasan sentra usaha pangan dan hortikultura berbasis korporasi. Pengembangan kawasan peternakan berbasis korporasi; revitalisasi tambak kawasan sentra produksi udang; lembangunan budidaya ikan air tawar; dan Program Kartu Petani Berjaya (KPB).     

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin menjelaskan bahwa kunjungan Komisi IV DPR RI ke Provinsi Lampung dalam rangka berdialog dan berdiskusi bersama terkait Kawasan konservasi, permasalahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), dan lainnya. "Dan berdasarkan pandangan kami, masih banyak lahan-lahan tidur di Provinsi Lampung yang bisa dimanfaatkan untuk peningkatan produksi padi, jagung, kedelai, dan lain-lain," jelas Sudin.

Sudin mengungkapkan bahwa pihaknya memberikan dukungan kepada Provinsi Lampung sebagai penyangga pangan Nasional. Bukan hanya dari sisi pertanian, tetapi juga perkebunan, peternakan, perikanan, juga termasuk kehutanan. 

"Tadi saya juga mengatakan jangan Pemerintah Pusat jangan memerintah Provinsi Lampung untuk menjaga hutan lindung, sementara uang operasionalnya tidak disiapkan. Saya juga meminta merevisi UU yang dapat membantu keuangan guna mengawasi hutan lindung," terangnya.

Untuk mendukung Lampung sebagai penyangga pangan Nasional, Sudin berharap agar semua pihak wajib bekerjasama dalam meningkatkan produksi pangan. Terkait PMK, Sudin mengungkapkan bahwa PMK di Lampung sisanya hanya sedikit, dan dirinya sudah meminta agar segera mengirimkan vaksin PMK. 

"Pertama sudah dikirim vaksin 37 ribu dosis, dan hari ini sebanyak 50 ribu dosis vaksin. Sedangkan untuk dana PMK sudah ditandatangani sekitar 4,7 T, insyaallah minggu depan cair, berarti bisa untuk menambah vaksin lagi. Tidak hanya vaksin, tetapi juga obat-obatan, vitamin, dan disinfektan," ujar Sudin. (***) 

1 2 3 4

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved