Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Hadiri Cawo Bubalah, Gubernur Lampung Dorong Pelajar Tanamkan Cinta Budaya dan Identitas Daerah
Lampungpro.co, 23-May-2026

Febri 170

Share

Gubernur Lampung Saat Hadiri Cawo Bubalah | Lampungpro.co/Dok Kominfo

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri "Cawo Bubalah Lampung," dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, di Gedung Balai Keratun Lantai III, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Jumat (22/5/2026).

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, pentingnya budaya sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Lampung. 

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tapi juga harus mampu menanamkan kecintaan terhadap budaya dan identitas daerah.

"Pendidikan bukan hanya soal belajar di sekolah, nilai rapor, atau mengejar prestasi akademik saja. Pendidikan juga tentang bagaimana anak-anak mengenal budaya, mencintai daerah, dan menjaga jati diri Lampung," kata Rahmat Mirzani Djausal.

Pembangunan Lampung menuju Indonesia emas di tahun 2045, sangat ditentukan oleh langkah yang dilakukan saat ini, baik dalam sektor ekonomi, industri, pariwisata, infrastruktur, maupun pendidikan.

Budaya sendiri, merupakan fondasi utama kehidupan masyarakat Lampung. Falsafah hidup masyarakat Lampung, seperti Piil Pesenggiri, Nemui Nyimah, Nengah Nyappur, dan Sakai Sambayan, dinilai menjadi kekuatan yang menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.

Gubernur Mirza juga menekankan, nilai Piil Pesenggiri sering disalahartikan sebagai sikap keras, padahal maknanya adalah menjaga martabat, memiliki rasa malu, dan semangat saling menolong antarsesama.

Gubernur menilai, budaya Lampung selama ini berhasil menjadi perekat sosial, termasuk dalam keberhasilan program transmigrasi di daerah tersebut. Menurutnya, keterbukaan masyarakat Lampung membuat hubungan antarsuku dan agama tetap harmonis.

Saat ini, masyarakat asli Lampung hanya sekitar 13 persen dari total 9,5 juta penduduk. Namun Gubernur Mirza menilai, seluruh masyarakat yang tinggal dan mencintai Lampung merupakan bagian dari identitas Lampung itu sendiri.

Gubernur juga menyoroti dampak perkembangan teknologi dan media sosial terhadap perubahan karakter generasi muda. Oleh karena itu, peran keluarga dinilai sangat penting dalam menanamkan nilai budaya kepada anak-anak.

Selain sebagai identitas daerah, budaya juga dinilai memiliki potensi ekonomi melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, dengan hadirnya berbagai kekayaan budaya Lampung seperti seruit, kain tapis, siger, dan tarian tradisional, sebagai daya tarik wisata unggulan.

Gubernur Mirza juga mengapresiasi organisasi masyarakat dan komunitas budaya yang aktif melestarikan adat Lampung, termasuk Mighrul Lampung Bersatu (MLB).

Ia berharap, gerakan pelestarian budaya dapat terus berkembang hingga tingkat kecamatan agar bahasa, adat istiadat, dan kesenian Lampung tetap terjaga di tengah perkembangan zaman. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved