Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Hasil Tangkapan di Bakauheni dan Serahan Warga, 43 Ekor Satwa Liar Dilepas Liarkan di Hutan Way Kambas
Lampungpro.co, 06-Aug-2023

Febri 3581

Share

Melepasliarkan satwa di hutan Way Kambas [Agus Susanto/Suara.com]

WAY KAMBAS (Lampungpro.co): Yayasan Jaringan Satwa Indonesia (JSI), melepas liarkan 43 ekor satwa liar di Hutan Way Kambas di wilayah Seksi II Bungur, Sabtu (5/8/2023).

Ada pun 43 satwa yang dilepaskan masing-masing berjenis beruk 18 ekor, monyet ekor panjang 17 ekor, elang bondo enam ekor, dan elang berontok dua ekor.

Direktur JSI, Benfika mengatakan, sebelum dilepas liarkan ke hutan Way Kambas, lebih dulu semua satwa dirawat hingga berbulan-bulan. Kemudian setelah dinyatakan sehat dan insting lihatnya 80 persen, satwa tersebut lalu dilepas liarkan di habitat aslinya.

"Belasan ekor monyet ekor panjang yang dilepas, merupakan hasil dari penangkapan di wilayah Bakauheni, Lampung Selatan beberapa bulan lalu, yang akan diperdagangkan," kata Benfika dilansir Suara.com (jaringan media Lampungpro.co), Minggu (6/8/2023).

Menurut Benfika, keberadaan monyet dan sejenisnya perlu dipertahankan, karena monyet merupakan jenis satwa yang disebut sebagai petani pintar, yang bisa membantu kelestarian hutan.

Sementara untuk jenis elang dan beruk sendiri, merupakan penyerahan dari warga yang dipelihara di rumah, namun JSI memastikan elang elang tersebut sudah memiliki insting buru 80 persen, sehingga dipastikan bisa berburu di dalam hutan.

Ada pun alasan dilepaskan di hutan Way Kambas, berdasarkan hasil dari kajian JSI, wilayah Seksi II Bungur merupakan tempat yang tepat untuk segala jenis satwa karena berdekatan dengan sungai besar, sehingga satwa sifat predator mudah mencari mangsa.

"Sebelum dilepas, kami sudah mengecek kondisi hutan untuk memastikan layak atau tidaknya satwa jenis primata dan unggas bersifat predator," ujar Benfika.

Sementara itu, Kepala Seksi Wilayah III Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu - Lampung, Joko Susilo mengungkapkan, satwa yang dilepas di dalam hutan Way Kambas, merupakan hasil dari pengawasan peredaran.

Hasil dari pengawasan BKSDA Bengkulu Lampung tersebut, puluhan satwa liar didapat dari dan berasal dari wilayah Lampung, sehingga dikembalikan di habitat aslinya yakni di wilayah Lampung yakni di hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

"Kami juga mengawasi selama dilakukan karantina, saat dikarantina selain di memastikan kesehatannya, tentu pemulihan naluri liatnya yang paling poko," ungkap Joko Susilo.

Disisi lain, Kepala Seksi pengelola TNWK wilayah II Bungur, Dani Darmawan menjelaskan, tempat pelepasan satwa merupakan wilayah hutan yang berbatasan langsung dengan Kampung Rantau Jaya Makmur, Kecamatan Putra Rumbia, Lampung Tengah.

"Tempat satwa yang baru dilepaskan ini, lokasinya berbatasan dengan kampung warga, yang hanya berbatasan dengan sungai Pegadungan yang lebarnya 50 meter, berkedalaman hingga 12 meter,"

jelas Dani Darmawan.

Diharapkan keberadaan berbagai satwa bisa menunjang untuk objek wisata, dimana manusia bisa menikmati satwa-satwa di pinggir hutan dari batas sungai atau dengan menaiki perahu. (***)

Editor : Febri Arianto

Kontributor : Agus Susanto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

22957


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved