Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Kecanduan Game, Pasien Anak Alami Gangguan Jiwa di RSJ Lampung Meningkat
Lampungpro.co, 19-Nov-2021

Febri 7976

Share

Gedung Rumah Sakit Jiwa Lampung | Lampungpro.co

GEDONG TATAAN (Lampungpro.co): Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lampung mengalami peningkatan terhadap pasien anak, yang mengalami gangguan jiwa sejak Oktober hingga pertengahan November 2021. Rata-rata pasien anak ini alami gangguan jiwa, karena ketergantungan terhadap gadget dan game online.

Dari data yang dihimpun dari RSJ Lampung, kenaikan jumlah pasien anak yang alami gangguan jiwa, mulai mengalami kenaikan sejak September 2021 berjumlah 88 anak. Ada pun rinciannya, dua pasien balita, 21 pasien anak-anak usia 5-11 tahun, dan 65 pasien usia 12-16 tahun.

Sedangkan data pada Oktober 2021, tercatat ada 91 pasien anak-anak yang mengalami gangguan kejiwaan. Ada pun rinciannya satu pasien balita, 19 pasien anak-anak usia 5-11 tahun, dan 71 pasien usia 12-15 tahun.

Direktur Rumah Sakit Jiwa Lampung Ansyori mengatakan, sejak awal November hingga pertengahan ini, pihaknya menerima dua hingga tiga pasien anak-anak alami gangguan jiwa karena kecanduan game.

Jadi anak kebiasaan megang gadget dan terbiasa main game, akhirnya bukannya belajar dia malah ketagihan main game, kata Ansyori dalam rilis yang diterima Lampungpro.co, Jumat (19/11/2021).

Sementara itu, dokter spesialis konsultan kejiwaan RSJ Lampung Tendry Septa menjelaskan, rata-rata usia anak yang rentan ketergantungan akan gadget usia anak akhir mulai 10-12 tahun. Selain itu, anak remaja usia 13-15 tahun juga rentan ketergantungan, dengan jenis kelamin laki-laki lebih banyak.

"Jadi kalau ada anak yang kecanduan internet, kami lakukan intervensi ke anak maupun orang tua. Karena ada pola yang harus dirubah, saat menghadapi anak yang sudah ketergantungan dengan internet," kata dokter Tendry Septa saat ditemui Lampungpro.co.

Ada pun faktor penyebab anak rentan ketergantungan terhadap gadget ini diantaranya terkait usia awal menggunakan gadget, seberapa sering menggunakannya, jenis yang digunakan, lalu faktor genetik. Dalam penelitian disebutkan, ketergantungan gadget menginduksi pikiran yang berulang-ulang, sehingga terjadi perubahan struktur otak. (***)

Editor : Febri Arianto


Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16594


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved