LAMPUNG TIMUR (Lampungpro.Com): Musim kemarau, sebanyak delapan titik rawa yang ada di dalam Hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) mengalami kekeringan. Guna mengantisipasi berbagai satwa liar di dalam hutan agar tidak kekurangan air untuk minum, Penyelamat dan Konservasi Harimau Sumatera (PKHS) memasang puluhan ember di setiap rawa yang kekeringan.
Kepala PKHS Sumianto melalui Koordintaor Lapangan M Nurwahid, saat ditemui Lampungpro.com, Senin (18/9/2017), mengatakan dari delapan titik rawa yang kering akibat musim kemarai terdapat di Seksi 1 Waykanan (5 titik) dan Seksi III Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Kualapenet (3 titik). Tujuan pemasangan ember berisi air yaitu agar dimanfaatkan sejumlah satwa liar untuk minum.
Nurwahid mencontohkan satwa-satwa yang biasa memanfaatkan rawa-rawa kecil untuk minum dan mandi yaitu, unggas jenis burung, ayam hutan, kancil, babi hutan, menjangan, tapir, dan berbagai satwa lainnya, kecuali gajah, harimau, beruang, dan badak. Kalau satwa besar lebih memilih ke rawa-rawa atau sungai besar yang ada di hutan TNWK," kata Nurwahid.
Menurut dia, setiap titik rawa diberi 10 sampai 20 ember, dengan kapasitas air rata rata ukuran 30 liter/ember. Sistim pengisian air, PKHS akan selalu memeriksa setiap satu minggu sekali, dengan melakukan patroli rutin mingguan. Patroli yang dilakukan PKHS setiap minggu sekali dengan cara bergantian dari delapan anggota dibagi dua grup dan masing-masing grup empat orang. Sekali patroli masuk hutan selama tujuh hari," kata Nurwahid.
Guna mengantisipasi pelaku perburuan liar yang akan memanfaatkan rawa-rawa kering, pihak TNWK dan PKHS memasang kamera tersembunyi. Jika ada perburuan liar yang sengaja menunggu mangsa (satwa) maka secara otomatis akan terekam oleh kamera. Pemasangan ember berisi air di musim kemarau sangat membantu satwa. Menurut dia, kalau tidak dibantu seperti itu, satwa-satwa kecil akan kekurangan air khususnya binatang yang menjadi objek mangsa seperti kancil, menjangan, babi hutan, dan sejenisnya.
Karena, binatang yang menjadi ancaman predator tidak berani menuju sungai besar yang ada di hutan TNWK. Mereka punya naluri bahwa di sungai besar pasti akan menjadi mangsa binatang predator seperti ular, buaya, harimau, dan hewan besar lainnya, kata dia. (SUSANTO/PRO2)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16535
EKBIS
9212
Lampung Selatan
5050
Bandar Lampung
4855
Bandar Lampung
4723
267
04-Apr-2025
335
04-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia