Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Kemenpar dan IKAM Yogya Adakan FGD Sejarah Akmil
Lampungpro.co, 28-Jul-2017

890

Share

Pria asli Padang itu menambahkan, wisata sejarah dan budaya menjadi salah satu jenis wisata minat khusus. Selain sejarah dan budaya, masih ada wisata alam dan ekowisata, olahraga dan rekreasi, SPA, MICE, Cruise, kuliner dan belanja.

"Selain keindahan alam, daya tarik sosial, sejarah maupun budaya menjadi salah satu faktor ketertarikan wisatawan pada sebuah objek wisata. Hal-hal unik dan berbeda selalu ada dalam budaya Indonesia, sehingga wajar tempat-tempat di Indonesia banyak menjadi destinasi wisata karena begitu kayanya Indonesia akan budaya dan sejarahnya," ujar Hendri.

Sementara itu, salah satu pemerhati sejarah dan juga penggagas acara ini, Indroyono Soesilo, mengatakan bahwa sejarah dan budaya menjadi identitas suatu bangsa, karena itulah yang membedakan satu negeri dengan negeri lain, antara bangsa Indonesia dengan bangsa lain, sehingga menjadi suatu kewajiban bagi kita untuk memelihara dan melestarikannya.

Pria yang juga ketua Tim Percepatan Wisata Bahari Kemenpar itu menambahkan, melalui kegiatan ini bisa diungkap tentang sejarah cikal bakal Akademi Militer Magelang, yang merupakan kelanjutan dari Akademi Militer Republik Indonesia, dikenal sebagai Akademi Militer Yogyakarta atau MA-Yogya, yang berdiri pada kurun 1945-1950 di Ibukota Republik Perjuangan.

MA Yogya berkampus di SMA BOPKRI ini. Selama mengikuti Pendidikan Perwira, para taruna juga langsung praktek di Medan Penugasan, diantaranya: Ikut dalam pertempuran menghadapi Inggris di Surabaya, bertempur melawan Belanda di Priangan Utara, mengawal Panglima Besar Jenderal Soedirman saat Perundingan Gencatan Senjata dengan Belanda di Jakarta dan ikut menumpas Pemberontakan PKI-Madiun 1948.

Lebih lanjut Indroyono memaparkan, 197 Perwira Remaja Angkatan I MA Yogya dilantik Presiden Soekarno di Istana Gedung Agung Yogyakarta pada 28 Nopember 1948 dan 21 hari kemudian, pada 19 Desember 1948, Belanda menyerbu Yogyakarta, para Pemimpin Nasional ditawan Belanda dan para Perwira Remaja serta Taruna MA Yogya segera bergerak keluar kota Yogya guna memulai perang gerilya, melaksanakan Perintah Siasat No.1 Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Selama Perang Kemerdekaan II ini, imbun Indroyono 29 Alumni dan Taruna MA Yogya gugur di medan bhakti, sebagian ada yg gugur di medan pertempuran Plataran. Sebuah Monumen Perjuangan Taruna telah berdiri di Desa Plataran-Kalasan ini.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16424


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved