Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Kementerian ESDM, PLN, dan Pemerintah Daerah Sinergikan Dorong Pemerataan Listrik di Lampung
Lampungpro.co, 16-Oct-2026

Febri 309

Share

PT PLN (Perseri) UID Lampung, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pemerintah Daerah, serta kementerian/lembaga terkait memperkuat sinergi dalam kegiatan Sinkronisasi Usulan Program Listrik Perdesaan dan Fasilitasi Penyiapan Lahan serta Penyelesaian Perizinan Listrik Desa (Lisdes).

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Semangat kebersamaan dan gotong royong dalam momentum Hari Kesaktian Pancasila, diwujudkan melalui penguatan sinergi untuk menghadirkan listrik hingga ke desa dan dusun, yang belum terjangkau di wilayah Lampung.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN (Persero), pemerintah daerah, serta kementerian atau lembaga terkait, memperkuat koordinasi lintas fungsi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan, sekaligus menyelaraskan kesiapan lokasi, lahan, dan perizinan.

Hingga Juni 2026, Rasio Elektrifikasi PLN di Lampung telah mencapai 99,79 persen, sementara Rasio Desa Berlistrik PLN mencapai 99,85 persen. Capaian yang mendekati 100 persen tersebut, terus didorong melalui perluasan jaringan ke sejumlah desa dan dusun, yang saat ini masih membutuhkan akses layanan kelistrikan.

Upaya tersebut, dibahas dalam kegiatan sinkronisasi usulan program listrik perdesaan dari pemerintah daerah, serta fasilitasi penyiapan lahan dan penyelesaian perizinan listrik desa (Lisdes) pada 12-13 Oktober 2026 di Kantor PLN UID Lampung.

Forum tersebut, menjadi ruang koordinasi untuk menyelaraskan usulan lokasi dari pemerintah daerah dengan perencanaan pembangunan kelistrikan, sekaligus memetakan kesiapan dan kebutuhan penyelesaian administrasi di masing-masing wilayah.

General Manajer PLN UID Lampung, Noer Soeratmoko mengatakan, kolaborasi lintas instansi menjadi salah satu kunci dalam mempercepat hadirnya listrik bagi masyarakat, terutama di wilayah yang membutuhkan penanganan dan koordinasi lebih lanjut.

"Target kami bukan sekadar membangun jaringan, tapi memastikan listrik benar-benar dapat dirasakan masyarakat hingga ke wilayah yang belum terjangkau. Karena itu, sinkronisasi dengan pemerintah daerah, Kementerian ESDM, serta kementerian/lembaga terkait sangat penting agar kesiapan lokasi, lahan, perizinan hingga pembangunan di lapangan dapat berjalan selaras," kata Noer Soeratmoko.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah, pembangunan jaringan listrik menuju sejumlah permukiman masyarakat yang berada di kawasan hutan.

Dari 139 lokasi penugasan Program Lisdes tahun 2026, ada 25 lokasi berada di kawasan hutan, sehingga memerlukan koordinasi lebih lanjut, serta pemenuhan tahapan administrasi dan perizinan sesuai status kawasan dan ketentuan yang berlaku.

Dalam proses tersebut, dukungan kepala daerah memiliki peran penting, khususnya dalam pengusulan dan fasilitasi penyelesaian areal permukiman dalam kawasan hutan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

Sinkronisasi antara pemerintah daerah, Kementerian ESDM, PLN, serta kementerian atau lembaga terkait, diharapkan dapat mendukung percepatan proses administrasi dan perizinan, sehingga pembangunan infrastruktur kelistrikan dapat dilaksanakan dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Manajer Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Lampung, I Putu Kesama P.W mengungkapkan, PLN terus memetakan progres dan kebutuhan pada setiap lokasi, untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai perencanaan.

"Setiap lokasi memiliki karakteristik dan kebutuhan penanganan yang berbeda. Kami terus mengawal kesiapan lokasi hingga pelaksanaan konstruksi jaringan," ungkap I Putu Kesama P.W.

Dukungan pemerintah daerah dan kementerian atau lembaga terkait, khususnya dalam penyiapan lahan dan penyelesaian perizinan, sangat diperlukan agar pembangunan dapat dipercepat, dan manfaat listrik segera dirasakan masyarakat.

Melalui koordinasi lintas fungsi tersebut, Kementerian ESDM, PLN, dan pemerintah daerah terus memperkuat kolaborasi, agar program elektrifikasi tidak berhenti pada capaian rasio, tapi benar-benar menghadirkan akses listrik yang semakin merata.

Kehadiran listrik hingga ke wilayah perdesaan, diharapkan dapat membuka peluang ekonomi, mendukung aktivitas pendidikan dan pelayanan publik, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat hingga ke pelosok Lampung. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Saat Kawan Naik Takhta, Koran Kehilangan Nama

Ketika seorang kawan naik takhta, orang-orang yang dahulu membantunya...

1959


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved