Di suatu sore di Negeri Ababa, Mang One akhirnya bertemu dengan Pakde Ono di sebuah warung kopi sederhana di pinggir jalan kampung. Pertemuan itu bukan tanpa tujuan. Mang One datang membawa harapan ia ingin menawarkan kerja sama. Dengan usaha pembuatan papan pengumuman dan alat promosi yang ia miliki, Mang One yakin bisa membantu memperkenalkan usaha dan produk milik Pakde Ono agar lebih dikenal luas.
Percakapan mereka hangat. Pakde Ono tampak tertarik. Ia beberapa kali mengangguk, sesekali menepuk meja tanda sepakat.
“Kalau begitu kita jalan sama-sama, Mang,” kata Pakde Ono.
“Promosikan usaha saya. Nanti saya siapkan 70 khoy untuk biaya dan jasanya.”
Mang One tidak banyak berpikir panjang. Baginya, ucapan seorang laki-laki adalah pegangan. Walau tidak ada hitam di atas putih, ia percaya penuh.
Kesepakatan pun terjadi di sore itu.
Hari-hari berlalu. Mang One mulai bekerja. Ia menyiapkan desain, memotong papan, mengecat dengan rapi, dan memasang beberapa titik promosi. Ia jalankan semuanya dengan sungguh-sungguh, sesuai dengan apa yang telah disepakati.
Namun rupanya, bukan hanya Mang One yang datang menawarkan jasa. Dari kampung sebelah, ada juga yang membawa penawaran serupa kepada Pakde Ono.
Tibalah waktu pembayaran yang dijanjikan.
Berikan Komentar
Masih ada yang berdesakan di angkot yang jumlahnya makin...
1137
Polinela
884
Bandar Lampung
898
Bandar Lampung
951
255
25-Apr-2026
552
24-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia