Mang One datang dengan harapan sederhana apa yang disepakati bisa ditepati. Namun yang ia terima jauh dari bayangan. Pakde Ono hanya memberikan 2 khoy.
“Yang lain juga kebagian, Mang. Kita bagi-bagi saja,” kata Pakde Ono ringan.
Mang One terdiam. Ada kecewa, tapi ia masih mencoba memahami. Ia tetap berpegang pada ucapannya sendiri bahwa ia percaya pada kata-kata Pakde Ono.
Ia memilih melanjutkan pekerjaan.
Namun saat pekerjaan kedua berjalan, kejadian yang sama terulang. Lagi-lagi hanya 2 khoy yang ia terima.
Kali ini, bukan sekadar kecewa. Ada sesuatu yang mulai berubah dalam diri Mang One.
Sore itu, angin di Negeri Ababa terasa berbeda. Mang One duduk di depan bengkelnya, menatap papan-papan promosi yang belum terpasang. Kayu sudah dipotong rapi, cat sudah mengering, tapi hatinya mulai retak bukan karena pekerjaan, melainkan karena kepercayaan yang mulai goyah.
Berikan Komentar
Masih ada yang berdesakan di angkot yang jumlahnya makin...
1171
Polinela
917
Bandar Lampung
932
Bandar Lampung
984
317
25-Apr-2026
616
24-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia