Dua kali sudah ia menelan kecewa.
Awalnya ia mencoba memahami. “Mungkin Pakde Ono lagi bagi-bagi rezeki,” pikirnya. Tapi ketika kejadian yang sama terulang, Mang One mulai sadar ini bukan soal berbagi, ini soal kata yang tak lagi dijaga.
Malam itu, Mang One tidak langsung marah. Ia justru diam lebih lama dari biasanya. Dalam diam itu, ia menimbang sesuatu yang lebih besar dari sekadar 70 khoy atau 2 khoy.
Keesokan harinya, Mang One kembali mendatangi Pakde Ono. Tapi kali ini bukan dengan wajah berharap, melainkan dengan sikap tenang dan tegas.
“Pakde,” kata Mang One pelan, “dari awal saya pegang ucapan Pakde. Saya kerja bukan cuma pakai tangan, tapi juga pakai percaya.”
Pakde Ono hanya tersenyum kecil, seperti menganggap hal itu biasa saja.
Mang One melanjutkan,
“Kalau dari awal Pakde bilang mau berbagi dengan yang lain, saya bisa terima. Tapi yang berat itu bukan jumlahnya… yang berat itu ketika ucapan berubah tanpa kabar.”
Berikan Komentar
Masih ada yang berdesakan di angkot yang jumlahnya makin...
1171
Polinela
917
Bandar Lampung
932
Bandar Lampung
984
316
25-Apr-2026
616
24-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia