Bagi mereka, pengalaman itu bukan sekadar wisata akhir pekan. Ada rasa lapang yang sulit dijelaskan sejenis kebebasan yang terasa nyata.
Lampung tak hanya menyuguhkan lanskap bahari. Keduanya juga diajak mengunjungi Vihara Amurwa Bhumi Graha, saat suasana Tahun Baru Imlek masih terasa hangat.
Di halaman vihara, doa-doa dipanjatkan dalam hening, lampion-lampion merah bergantung rapi, dan masyarakat saling memberi ucapan selamat tanpa mempersoalkan perbedaan iman.
Bagi Ahmad dan Mahmoud, pengalaman itu menghadirkan kesan mendalam. Di Lampung, rumah ibadah berdiri berdampingan. Perayaan agama tidak menjadi sekat, melainkan ruang perjumpaan.
Harmoni bukan slogan, melainkan kebiasaan sehari-hari. Mereka juga diperkenalkan pada falsafah hidup masyarakat Lampung: nemui nyimah, yang menjadi tradisi dalam menyambut dan memuliakan tamu dengan ketulusan.
Sambutan hangat itu membuat keduanya merasa jauh dari kata asing. Ada keluarga baru yang menyapa, ada tangan-tangan yang menjabat erat, ada obrolan ringan yang menghapus jarak geografis ribuan kilometer.
Kekaguman mereka bertambah saat menyaksikan kain tapis dengan sulaman benang emas yang sarat simbol dan doa. Motif-motifnya bercerita tentang harapan, kemakmuran, dan martabat.
Berikan Komentar
259
18-Feb-2026
423
18-Feb-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia