Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Manfaatkan Sampah Daun Kakao, Dosen UT Lampung Menggelar PkM di Desa Surya Mataram, Lampung Timur
Lampungpro.co, 25-May-2023

Sandy 6216

Share

Dokumentasi Universitas Terbuka Lampung | Lampungpro.co/Ist

MARGA TIGA (Lampungpro.co) : Universitas Terbuka (UT) Lampung mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) di Desa Surya Mataram, Kecamatan Marga Tiga, Kabupaten Lampung Timur, pada Jumat (19/5/2023).

Tim dosen dan mahasiswa UT Lampung memberikan pengetahuan cara pemanfaatan sampah daun kakao untuk pembuatan pupuk kompos. 

“Jumlah Peserta yang mengikuti adalah 25 orang kelompok tani. Yang membuka acara kegiatan adalah Direktur UT Dra. Sri Ismulyaty, M. Si dan Kepala Desa Surya Mataram,” ungkap Ketua Pengabdian Masyarakat, Dr. Whika Febria Dewatisari, S. Si., M. Si. dalam rilisnya kepada Lampungpro, pada Kamis (25/5/2023). 

Dr. Whika mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan kepada kelompok tani agar bisa memanfaatkan sampah daun kakao yang merupakan limbah bagi petani kakao, menjadi yang lebih bermanfaat bagi tanah.

Tim PkM UT Lampung yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari Ketua Tim PkM, Dr. Whika Febria Dewatisari, S. Si., M. Si, anggota Drs. Agus Suprijanto, M.Pd., Dra. Suhaila, M.Pd., Agus Iskandar Pradana Putra, SH., MH ., Eli Budi Santoso, S. E., M.S.Ak., Akt., C.A., dan Sugianto, S.IP.

Sementara itu, mahasiswa UT Lampung yang ikut dalam kegiatan ini ada Rica Wulandari, A.Md., Supriyanto, Prawira Wardaya, Erza Nur Suciani, dan Agung Indra Pratama .

Dr. Whika menjelaskan, Kakao atau dalam bahasa latinnya Theobroma cacao sendiri merupakan salah satu komoditas perkebunan terbesar di Indonesia. 

Seiring dengan peningkatan ekspor kakao, perluasan perkebunan kakao dilakukan untuk meningkatkan jumlah ekspor dan memenuhi permintaan kakao di pasar domestik. 

"Desa Surya Mataram yang terletak di Kecamatan Marga Tiga, Kabupaten Lampung Timur merupakan salah satu desa yang sebagian penduduk desanya menanam pohon kakao," kata Dr. Whika. 

Sementara itu, ujar Dr. Whika saat ini Kakao dimanfaatkan untuk kebutuhan pemenuhan pangan, tetapi daun kakao biasanya dibuang atau tanpa pemanfaatan lebih lanjut.  

"Oleh karena itu, perlu pemanfaatan lebih lanjut limbah pertanian berupa daun kakao seperti pembuatan pupuk kompos dari limbah daun kakao," ujarnya. 

Metode yang digunakan berupa pelatihan kepada masyarakat atau petani tentang pembuatan pupuk kompos. Sehingga dengan adanya pembinaan dan pelatihan ini diharapkan warga  mengetahui dampak negatif lain dari limbah  daun  kakao  yang  tidak  tepat  terhadap  lingkungan. 

"Sehingga, masyarakat atau petani dapat  memanfaatkan  limbah  tersebut  menjadi pupuk kompos  yang  nantinya  akan  digunakan  untuk  memenuhi kebutuhan pupuk warga.  Karena penduduk di desa itu sebagian besar berprofesi sebagai petani," kata Dr. Whika. (**) 

Sumber : Rilis Humas UT Lampung

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Banjir Masih Kepung Bandar Lampung, Aneh Kota...

Pembangunan kanal banjir memang bukan satu-satunya jalan keluar.

434


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved