"Ini menjadi kekuatan bersama, kolaborasi bagaimana peningkatan ekonomi desa berbanding lurus terhadap kesejahteraan masyarakat dan juga memiliki pondasi yang kuat terhadap budaya," ujar Ela.
Ia berharap Desa Nibung dan desa-desa lain di wilayah Keratuan Melinting dapat menjadi contoh pengembangan desa wisata, ekonomi desa, serta pelestarian adat dan budaya di Lampung Timur.
Ratu Melinting XVII, Rizal Ismail yang bergelar Sultan Ratu Idil Muhammad Tihang Igama IV, menjelaskan bahwa Melinting Fest digelar untuk menjaga kelestarian adat sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.
Ia mengatakan, Tari Melinting memiliki sejarah panjang dan erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat adat Melinting. Secara tradisional, tarian ini ditampilkan dalam rangkaian upacara perkawinan adat dan digunakan Ratu Melinting untuk menyambut tamu-tamu agung.
Dalam perkembangannya, Tari Melinting telah tampil dalam berbagai peristiwa penting. Pada 1930, tarian tersebut pernah dipertunjukkan di hadapan Residen Lampung dan Sunan Solo.
Tari Melinting juga pernah ditampilkan dalam kegiatan kenegaraan pada era Presiden Soekarno, pembukaan MTQ Nasional 1987 di hadapan Presiden Soeharto, hingga dipentaskan di Jerman.
Pada 2014, Tari Melinting ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Berikan Komentar
Saya melepas mereka dengan bangga. Sayangnya, kebanggaan tidak otomatis...
630
325
02-Nov-2026
287
02-Nov-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia