Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Mereka Turun ke Jalan
Lampungpro.co, 29-Oct-2026

Asyihinpro 277

Share

Pemimpin Redaksi Lampungpro.co, Irwan One Ariefyanto

Mereka memilih hadir.

Kalimat itu sederhana, tapi berat. Sebab hadir selalu terdengar mudah saat diucapkan — jauh lebih sulit saat harus dilakukan. Hadir berarti menyisihkan waktu, menerima ketidaknyamanan, dan bersedia berada di tempat yang mungkin tidak aman, hanya karena ada sesuatu yang lebih penting daripada kenyamanan pribadi.

Dari cerita mereka, satu gambaran paling membekas: betapa banyak perempuan yang mengisi ruang perlawanan hari itu. Mahasiswa yang memimpin massa, relawan yang mengatur logistik, perempuan biasa yang membantu sesama demonstran tetap aman. Termasuk seorang ibu yang berkacak pinggang di depan barikade, menegur dengan tenang tapi tegas. Kalau saya jadi petugas saat itu, saya mungkin lebih memilih menghadapi hujan deras daripada menyela sebelum ibu itu selesai bicara.

Keberanian ternyata tidak selalu datang dari orang yang paling pandai berpidato. Kadang ia muncul dari orang-orang biasa yang suatu hari memutuskan: saya sudah terlalu peduli untuk tetap diam.

Ada ironi yang sulit diabaikan: ribuan orang berpanas-panasan dan kehujanan menyampaikan aspirasi, sementara mereka yang secara resmi diberi tugas mendengarkan justru sering tidak terlihat. Jabatan wakil rakyat bukan tiket ke ruangan ber-AC seumur hidup. Kalau kursi-kursi di gedung parlemen bisa bicara, mungkin mereka sudah lebih dulu protes — terlalu lama diduduki, terlalu jarang digunakan untuk mendengar.

Pesan yang ingin disampaikan sebenarnya sederhana: kami ingin didengar. Kebijakan dibuat dengan mempertimbangkan kami yang merasakan dampaknya. Partisipasi warga tidak boleh berhenti hanya pada hari pemungutan suara, lalu menghilang selama lima tahun berikutnya.

Malamnya saya pulang tanpa rasa bersalah yang berlebihan. Lutut saya tetap punya pendirian sendiri. Tapi saya pulang dengan satu kesadaran baru: keberanian tidak ditentukan oleh pakaian yang kita pakai, atau seberapa sering kita tampil di depan. Ia muncul ketika seseorang memutuskan untuk tidak lagi diam.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Mereka Turun ke Jalan

Saya melepas mereka dengan bangga. Sayangnya, kebanggaan tidak otomatis...

278


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved