Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Pemadaman Listrik Belum Usai, Usaha Kecil Keluhkan Merugi
Lampungpro.co, 04-Sep-2018

Heflan Rekanza 1999

Share

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com) : Masih berlangsungnya pemadaman listrik yang dialami masyarakat Bandar Lampung, membawa sebuah kerugian tersendiri bagi beberapa pengusaha kecil. Beberapa usaha yang menggunakan listrik seperti rental playstation (PS), game online (warnet), pangkas rambut/salon, warung tenda malam, dan pedagang minuman seperti jus, sering merugi setiap terjadi pemadaman listrik.

Febri (24) pemilik rental PS di Jalan Onta, Kedaton, Bandar Lampung, mengaku mengalami kerugian karena seringnya terjadi pemadaman listrik. Sudah sejak tiga hari ia menutup rental PS miliknya, penyebabnya karena beberapa barang elektronik seperti televisi dan playstasion rusak akibat listrik yang tiba-tiba hidup dan padam.

"Tutup sudah tiga hari ini, gimana ada tv sama ps yang rusak karena tiba-tiba mati, terus hidup lagi. Gara-gara listrik mati juga sepi, anak-anak mau main 2 jam, belum 1 jam sudah mati, mau nggak mau dipulangin uang nya. Sudah tutup aja dari pada tambah rusak dan rugi, nggak balik modal. Semoga cepet sembuh listrik PLN-nya," ujar dia.

BACA JUGA : PLTG Sutami Beroperasi, Lampung Tetap Padam Bergilir Sore Hingga Malam Hari

Serupa, Ami (32) pedagang jus yang berjualan di Jalan Panglima Polim, mengeluhkan hal yang sama. Ia mengaku sepi pembeli dan merugi karena sering terjadinya pemadaman listrik. "Lah kita kan jual jus di blender, kalau mati listrik gimana, sepi. Setiap hari selalu saja mati, buahnya sampai busuk. Saya tahu ada kerusakan PLN, semoga cepat selesai," terang dia.

Tak kalah miris adalah pemilik warung makan pecel lele yang buka pada malam hari di daerah Panjang, Aryanto (58), sejak rutinnya pemadaman listrik yang terjadi. Ia kesulitan untuk berdagang, alasannya karena warung yang buka malam hari ini sangat mengandalkan listrik, jika padam maka gelap gulita. Ia bukan tak berinisiatif menggunakan mesin genset, namun biaya operasional menggunakan bensin lah yang membuat semakin bisa merugi.

"Kalau sudah mati bingung kita mau jualan, gelap. Pakai genset beli bensinnya kan mahal, belum laku udah beli bensin. Kadang siang mati listrik dirumah sulit juga nyiapin barang dagangan ini. Kalau tutup warung mau dikasih makan apa keluarga, kalau buka rugi terus sepi pembeli karena gelap, kan barang kayak ayam, lele, bebek cepet busuk, kulkas juga kalau mati listrik nggak guna," keluhnya.

Sebelumnya, PLN Lampung mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Sutami dengan kapasitas energi listrik 30 Megawatt (MW), Minggu (2/9/2018). Penambahan listrik ini dilakukan guna menekan kekurangan energi sekitar 140 MW di Lampung, setelah terbakarnya belt conveyor PLTU Sebalang hingga PLTU Unit 1 dan 2 tak beroperasi.

Namun, tambahan dari PLTG Sutami itu belum mencukupi seluruh kebutuhan listrik di Lampung. Akibatnya, PLN akan tetap melakukan pemadaman bergilir, khususnya pada beban puncak sore hingga malam hari, sekitar pukul 17.00-23.00 WIB.(**/PRO4)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Belum Kena di Saya, Bukan Berarti Tidak...

Lampung ini bukan hanya soal “saya sudah dapat apa”,...

1635


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved