BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com) : Masih berlangsungnya pemadaman listrik yang dialami masyarakat Bandar Lampung, membawa sebuah kerugian tersendiri bagi beberapa pengusaha kecil. Beberapa usaha yang menggunakan listrik seperti rental playstation (PS), game online (warnet), pangkas rambut/salon, warung tenda malam, dan pedagang minuman seperti jus, sering merugi setiap terjadi pemadaman listrik.
Febri (24) pemilik rental PS di Jalan Onta, Kedaton, Bandar Lampung, mengaku mengalami kerugian karena seringnya terjadi pemadaman listrik. Sudah sejak tiga hari ia menutup rental PS miliknya, penyebabnya karena beberapa barang elektronik seperti televisi dan playstasion rusak akibat listrik yang tiba-tiba hidup dan padam.
"Tutup sudah tiga hari ini, gimana ada tv sama ps yang rusak karena tiba-tiba mati, terus hidup lagi. Gara-gara listrik mati juga sepi, anak-anak mau main 2 jam, belum 1 jam sudah mati, mau nggak mau dipulangin uang nya. Sudah tutup aja dari pada tambah rusak dan rugi, nggak balik modal. Semoga cepet sembuh listrik PLN-nya," ujar dia.
BACA JUGA : PLTG Sutami Beroperasi, Lampung Tetap Padam Bergilir Sore Hingga Malam Hari
Serupa, Ami (32) pedagang jus yang berjualan di Jalan Panglima Polim, mengeluhkan hal yang sama. Ia mengaku sepi pembeli dan merugi karena sering terjadinya pemadaman listrik. "Lah kita kan jual jus di blender, kalau mati listrik gimana, sepi. Setiap hari selalu saja mati, buahnya sampai busuk. Saya tahu ada kerusakan PLN, semoga cepat selesai," terang dia.
Tak kalah miris adalah pemilik warung makan pecel lele yang buka pada malam hari di daerah Panjang, Aryanto (58), sejak rutinnya pemadaman listrik yang terjadi. Ia kesulitan untuk berdagang, alasannya karena warung yang buka malam hari ini sangat mengandalkan listrik, jika padam maka gelap gulita. Ia bukan tak berinisiatif menggunakan mesin genset, namun biaya operasional menggunakan bensin lah yang membuat semakin bisa merugi.
"Kalau sudah mati bingung kita mau jualan, gelap. Pakai genset beli bensinnya kan mahal, belum laku udah beli bensin. Kadang siang mati listrik dirumah sulit juga nyiapin barang dagangan ini. Kalau tutup warung mau dikasih makan apa keluarga, kalau buka rugi terus sepi pembeli karena gelap, kan barang kayak ayam, lele, bebek cepet busuk, kulkas juga kalau mati listrik nggak guna," keluhnya.
Sebelumnya, PLN Lampung mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Sutami dengan kapasitas energi listrik 30 Megawatt (MW), Minggu (2/9/2018). Penambahan listrik ini dilakukan guna menekan kekurangan energi sekitar 140 MW di Lampung, setelah terbakarnya belt conveyor PLTU Sebalang hingga PLTU Unit 1 dan 2 tak beroperasi.
Namun, tambahan dari PLTG Sutami itu belum mencukupi seluruh kebutuhan listrik di Lampung. Akibatnya, PLN akan tetap melakukan pemadaman bergilir, khususnya pada beban puncak sore hingga malam hari, sekitar pukul 17.00-23.00 WIB.(**/PRO4)
Berikan Komentar
Lampung ini bukan hanya soal “saya sudah dapat apa”,...
1635
Bandar Lampung
403
Lampung Timur
390
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia