Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Pemprov Lampung Catat Daya Beli Masyarakat Terhadap Kendaraan Baru Naik 21 Persen di Triwulan I 2026
Lampungpro.co, 02-May-2026

Febri 187

Share

Ilustrasi Daya Beli Kendaraan Masyarakat Lampung | Ist/Lampungpro.co

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mencatat, daya beli masyarakat Lampung menunjukkan tren yang semakin positif pada triwulan pertama di tahun 2026. Hal ini tercermin dari meningkatnya transaksi pembelian kendaraan bermotor baru selama periode Januari hingga Maret 2026.

Berdasarkan data perbandingan periode Januari - Maret 2025 dan Januari - Maret 2026, jumlah kendaraan baru di Lampung meningkat dari 32.858 unit menjadi 39.817 unit. Dengan demikian, terjadi kenaikan sebesar 6.959 unit atau tumbuh sekitar 21 persen, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan ini, tidak hanya terlihat dari sisi volume kendaraan, tetapi juga dari nilai ekonominya. Pada triwulan pertama tahun 2026, nilai transaksi pembelian kendaraan bermotor baru di Lampung diperkirakan mencapai sekitar Rp2,5 triliun.

Angka ini merupakan akumulasi dari transaksi kendaraan roda dua dan roda empat, didekati dari komponen pajak kendaraan bermotor, dan bea balik nama kendaraan bermotor.

Secara rinci, nilai transaksi kendaraan roda dua diperkirakan mencapai Rp1,03 triliun, sementara kendaraan roda empat memberikan kontribusi lebih besar, yaitu sekitar Rp1,49 triliun. Jika digabungkan, total nilai ekonomi dari transaksi kendaraan bermotor baru tersebut mencapai Rp2,5 triliun.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lampung, Saipul mengatakan, capaian ini menjadi sinyal kuat penguatan konsumsi masyarakat di Lampung di triwulan pertama di tahun 2026.

"Peningkatan ini menunjukkan, daya beli masyarakat Lampung terus membaik. Pembelian kendaraan bermotor sebagai barang tahan lama, mencerminkan meningkatnya kemampuan finansial masyarakat, kemudahan akses pembiayaan, serta kepercayaan terhadap kondisi ekonomi daerah," kata Saipul dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2026).

Menurutnya, transaksi kendaraan bermotor memberikan dampak luas terhadap perekonomian daerah. Perputaran uang yang mencapai sekitar Rp2,5 triliun, turut menggerakkan berbagai sektor, seperti pembiayaan, asuransi, dealer kendaraan, bengkel, hingga perdagangan suku cadang.

"Selain itu, hal ini juga berdampak positif terhadap peningkatan penerimaan daerah melalui pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama," ujar Saipul.

Dengan demikian, peningkatan pembelian kendaraan baru pada triwulan pertama tahun 2026 tidak hanya mencerminkan naiknya kebutuhan mobilitas masyarakat, tapi juga menjadi indikator membaiknya aktivitas ekonomi di Lampung.

Momentum ini, diharapkan terus terjaga melalui peningkatan kualitas layanan publik, kemudahan administrasi, penguatan infrastruktur, serta kebijakan ekonomi yang adaptif guna menjaga optimisme dan daya beli masyarakat. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved