KUALA LUMPUR (Lampungpro.co): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menjajaki peluang kerja sama di bidang perdagangan, pariwisata, dan ketenagakerjaan dengan Atase Perdagangan, Atase Perhubungan, serta Atase Tenaga Kerja KBRI Kuala Lumpur, Malaysia.
Penjajakan kerja sama yang dipusatkan di Sage Hotel, Kuala Lumpur, Malaysia itu, untuk memperkuat hubungan antar wilayah dan membuka akses pasar internasional, khususnya dengan Malaysia.
Pertemuan dihadiri Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Wakil Bupati Pringsewu Riyanto, Inspektur Provinsi Lampung, Kepala Dinas Perhubungan Lampung, Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Lampung, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela mengatakan, pentingnya kerja sama ini untuk mendorong penyerapan produk unggulan daerah, khususnya dari sektor pertanian, perkebunan, dan industri olahan, agar dapat menembus pasar Malaysia.
Selain sektor perdagangan, Jihan juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas tenaga kerja migran asal Lampung yang bekerja di Malaysia.
Menurutnya, Pemprov Lampung berkomitmen untuk memfasilitasi serta mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, terampil, dan berdaya saing.
Di bidang pariwisata, Jihan turut menawarkan potensi destinasi wisata Lampung kepada mitra di Malaysia, sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan memperluas promosi pariwisata daerah.
Sementara itu, Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur menyebutkan, pelaku UMKM Lampung memiliki peluang besar untuk menembus pasar Malaysia, dengan catatan memenuhi sejumlah persyaratan.
Mereka turut menekankan pentingnya kemitraan dengan mitra lokal, peningkatan kapasitas produksi, menjaga kualitas produk, memperbaiki kemasan, serta pemahaman terhadap mekanisme ekspor-impor.
Atase Perhubungan KBRI Kuala Lumpur, juga turut menyoroti pentingnya peningkatan konektivitas antara Lampung dan Malaysia, baik melalui jalur laut maupun udara.
Pengembangan infrastruktur pelabuhan, dinilai menjadi salah satu faktor utama dalam memperlancar arus logistik dan perdagangan.
Sementara itu, Atase Tenaga Kerja KBRI Kuala Lumpur memaparkan potensi besar tenaga kerja asal Lampung untuk bekerja di Malaysia, terutama di sektor-sektor strategis.
Mereka menjelaskan, saat ini Malaysia tidak lagi memprioritaskan pekerja migran domestik, yang porsinya hanya sekitar 11 persen. Mayoritas tenaga kerja asing, kini dibutuhkan di sektor perkebunan, industri pengolahan (kilang), jasa, terapis, konstruksi, dan pertambangan.
Melalui pertemuan ini, Pemprov Lampung berharap terbangun sinergi yang berkelanjutan dengan KBRI Kuala Lumpur dalam mendukung penguatan ekspor, pengembangan pariwisata, peningkatan konektivitas, serta penempatan tenaga kerja yang berkualitas.
Kerja sama lintas sektor ini, diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung di tingkat nasional maupun internasional. (***)
Editor : Febri Arianto
Berikan Komentar
Kominfo Lampung
673
Kominfo LamSel
667
Lampung Selatan
863
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia