JAKARTA (Lampungpro.com) : Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menilai aturan Kementerian Perhubungan menaikkan tarif batas atas tiket pesawat, belum berdampak pada okupansi atau keterisian hotel. Padahal, Kemenhub mengeluarkan aturan tersebut dengan harapan tidak ada perang harga sehingga tarif tiket pesawat bisa turun.
Ketua Umum PHRI, Haryadi Sukamdani mengatakan, berdasarkan pantauannya sejak pekan lalu, belum juga terlihat ada peningkatan keterisian hotel. Dia masih berharap ada respons cepat terkait aturan yang dikeluarkan Kemenhub. "Itu kan enggak serta merta. Kalau sempet down, ya naik lagi permintaan perlu waktu. Memang dianggap sudah turun, tapi respons pasar belum kelihatan, jadi saya mesti fair belum tau," kata dia.
Hingga kini, pihaknya masih memantau respon pasar terhadap tingkat keterisian hotel dan restoran. Sebab menurut dia dampak kebijakan tersebut tidak akan langsung bisa terasa signifikan. "Tapi yang jelas, karena repsons belum terlihat signifikan, okupansi belum terlihat, okupansi hotel ujuk-ujuk naik belum terlihat," ungkap dia.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta Garuda Indonesia, Lion Air dan Sriwijaya mendengarkan apa telah disampaikan masyarakat terkait harga tiket pesawat. Budi pun meminta masyarakat bisa memahami kondisi pasar saat ini. "Sebaliknya masyarakat juga jangan suruh tarif batas bawah semua. Kasihan dong. Jadi ini saling pengertian," ucap Budi.(**/PRO2)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16070
EKBIS
8674
Bandar Lampung
6036
286
03-Apr-2025
329
03-Apr-2025
445
03-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia