Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Lampung Timur Dorong Cocoa Agroforestry Berkelanjutan, Perkuat Ekonomi Warga Sekitar Hutan
Lampungpro.co, 04-Feb-2026

Febri 231

Share

Bibit Kakao Lampung Timur | Ist/Lampungpro.co

SUKADANA (Lampungpro.co): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur terus menunjukkan komitmennya, dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan, melalui pengembangan Cocoa Agroforestry Berkelanjutan.

Program ini, dinilai menjadi solusi strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Komitmen tersebut, ditegaskan dalam kegiatan Diskusi Program Cocoa Agroforestry Berkelanjutan yang digelar di Kelompok Tani Hutan (KTH) 5 Desa Sidomulyo, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur.

Diskusi ini, melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pimpinan PT Olam Indonesia (OFI) Abdillah beserta jajaran, Tim Palladium dan Partnering for Forests (P4F), perwakilan UK Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO), mitra internasional, hingga kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Lampung Timur.

Bupati Lampung Timur, Ella Siti Nuryamah mengatakan, pihaknya mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh mitra, yang telah mempercayakan Lampung Timur sebagai lokasi pengembangan program agroforestry kakao berkelanjutan.

"Ini merupakan sebuah kehormatan dan kepercayaan yang sangat berharga bagi kami, khususnya bagi masyarakat pengelola perhutanan sosial di Kecamatan Way Jepara dan sekitarnya," kata Ella Siti Nuryamah dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, Lampung Timur memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Namun di sisi lain, daerah ini juga menghadapi tantangan serius berupa tekanan kawasan hutan, degradasi lahan, serta dampak perubahan iklim yang berpengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat sekitar hutan.

Ella menilai, penerapan perhutanan sosial dan agroforestry merupakan langkah tepat untuk menjawab tantangan tersebut. Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya dilibatkan sebagai penerima manfaat, tapi juga sebagai pelaku utama dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
BOSDA SMP Negeri Masih Diet, Anggaran SMA...

BOSDA SMP Negeri sendiri, menurut berbagai hitung-hitungan yang disampaikan...

1123


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved