BOGOR (Lampungpro.com): Salah satu rumah di Komplek Perumahan Pesona Telaga, Cibinong, Kabupaten Bogor menjadi perhatian. Sebab, sebuah garis polisi melingkari rumah berdominasi warna hitam tersebut. Rumah tersebut merupakan tempat tinggal pria bernama Para Wijayanto, seorang terduga teroris.
Wijayanto disebut tinggal bersama istri dan dua orang anaknya. Dia mengontrak di sini sudah tiga tahun ke belakang, kata Suaeb, salah seorang satuan pengamanan di perumahan tersebut saat, Minggu (30/6/2019)
.
Suaeb mengatakan, sebelum dilingkari garis polisi, belasan kendaraan aparat kepolisian dengan petugas bersenjata lengkap memasuki komplek perumahan tersebut. Itu hari Sabtu kemarin sekitar pukul 11.00, kurang lebih 15 kendaraan polisi ada dari Densus 88, Puslabfor, macem-macem deh, kata dia.
Berdasarkan informasi yang diterimanya dari pihak kepolisian, kata Suaeb, pengontrak di Jalan Telaga Indah Nomor 26 tersebut ditangkap karena terlibat jaringan teroris. Katanya sih jaringan teroris, tapi ditangkapnya bukan di sini, di luar, ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kasubbag Humas Polres Bogor Ajun Komisaris Ita Puspita Lena membenarkan adanya penangkapan terduga teroris tersebut. Namun dirinya enggan memberikan komentar banyak. Andaikan ada (penangkapan) juga bukan kewenang Polres Bogor harus ke densus langsung, kata Ita.
Wijayanto diketahui merupakan amir atau pemimpin jaringan teroris Jamaah Islamiah (JI). Ia diyakini merupakan jaringan teroris paling berbahaya di Indonesia sebelum lahirnya Jamaah Ansharu Tauhid itu. Para dibekuk pada Jumat, 28 Juni 2019 di Hotel Adaya Jalan Raya Kranggan, Jatisampurna, Bekasi.
Suaeb mengungkapkan, ia sempat melihat Wijayanto pergi sehabis salat Jumat. Emang sehabis solat Jumat dia pergi menggunakan toyota Innova. Setelah itu udah nggak pulang, saya dapat info ditangkap di hotel di daerah Bekasi, ungkap dia.
Dari sana, Wijayanto digelandang ke rumah kontrakannya di Perumahan Pesona Telaga itu pada Sabtu, 29 Juni 2019 sekitar pukul 11.00 WIB. Saya kurang tau barang apa aja yang dibawa polisi, karena tertutup, jelas Suaeb.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengaku belum mengetahui kejadian penangkapan terduga teroris tersebut. Belum dapet infonya dari densus, kata dia.(**/PRO2)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16784
EKBIS
9508
Lampung Selatan
5333
Bandar Lampung
5113
Bandar Lampung
4974
150
05-Apr-2025
339
05-Apr-2025
294
05-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia