Susi, warga setempat, mengatakan kartu PBI miliknya sudah tidak aktif sejak beberapa bulan terakhir, sehingga dirinya tidak lagi mendapatkan bantuan.
“Sudah beberapa bulan lalu kartu PBI kami mati. Kami masih membutuhkan kartu ini,” katanya.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Asroni Paslah menjelaskan bahwa perubahan tata ruang dan pertumbuhan penduduk yang cukup pesat menjadi salah satu faktor munculnya persoalan baru di kawasan Nunyai.
Ia menyebut, sebelumnya kawasan tersebut tidak diperkirakan akan berkembang menjadi wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi seperti saat ini.
Terkait persoalan banjir, Asroni mengaku telah berkoordinasi dengan instansi terkait, khususnya dinas pekerjaan umum, untuk melakukan pemetaan wilayah yang membutuhkan penanganan prioritas.
Menurutnya, langkah awal yang akan dilakukan adalah mengidentifikasi titik-titik drainase yang membutuhkan pelebaran maupun normalisasi agar aliran air dapat kembali lancar.
“Untuk banjir daerah Nunyai, saya sudah meminta kepada PU untuk merunut wilayah mana saja yang membutuhkan pelebaran drainase,” jelasnya.
Berikan Komentar
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia