GUNUNG SUGIH (Lampungpro.co): Pjs Bupati Lampung Tengah, Bobby Irawan, membuka acara makan bergizi bagi ibu hamil dan menyusui, launching sekolah Lansia dan peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) di Aula SMAN 1 Poncowati, Terbanggi Besar pada 22 November 2024.
Selain Pjs. Bupati Kabupaten Lampung Tengah Bobby Irawan, hadir pula Pjs. Ketua TP PKK Lampung Tengah Elis Melinda yang mewakili Kepala BKKBN Lampung, Kepala Dinas PP dan KB Lampung Tengah I Nyoman Gunadi, Kepala Bappeda Imam Fatkhuroji, Kepala Dinas Kesehatan Lampung Tengah Lidia Dewi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah Nur Rohman, Kepala Dinas Sosial Lampung Tengah Ari Nugraha, Kepala Dinas PMK Lampung Tengah Fathul Arifin, Direktur RS. Demang Sepulau Raya dr. Desi Kurniawati serta tamu undangan terkait.
Kepala Dinas PP dan KB Lampung Tengah, I Nyoman Gunadi mengatakan, pendidikan merupakan salah satu alat paling efektif untuk memberdayakan manusia. Namun banyak dari mereka yang tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan formal atau informal, yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka.
Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dapat mengakibatkan kesulitan dalam menghadapi tantangan sehari-hari, seperti manajemen kesehatan, penggunaan teknologi dan keterampilan sosial yang diperlukan dalam interaksi dengan generasi yang lebih muda.
Selain itu, banyak lansia yang mengalami masalah kesehatan fisik dan mental, termasuk penyakit kronis, depresi dan kecemasan. Kesehatan yang menurun sering kali disertai dengan kurangnya dukungan sosial, sehingga meningkatkan resiko kesepian dan isolasi.
Dalam konteks ini, pendidikan dan interaksi sosial melalui sekolah lansia dapat memberikan manfaat yang signifikan. Program ini tidak hanya akan memberikan pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga menciptakan ruang bagi lansia untuk bersosialisasi, berbagi pengalaman dan membangun jaringan dukungan.
Sementara itu, Pjs Bupati Lampung Tengah, Bobby Irawan sangat menyambut baik dan mengapresiasi atas diadakannya kegiatan sosialisasi makan bergizi bersama ibu hamil dan menyusui se Lampung ini.
"Perlu kita ketahui bersama, penanganan stunting di Lampung Tengah sudah dilaksanakan sejak diketahuinya hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 sebesar 25,32% yang diharapkan oleh kementrian kesehatan RI. Periode emas pencegahan stunting adalah 1.000 hari pertama kehidupan yaitu dari masa janin sampai bayi berusia dua tahun," kata Bobby Irawan.
Jika tidak dicegah dalam kurun waktu tersebut, maka gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang disebabkan oleh masalah gizi kronis akan menjadi permanen.
Upaya pencegahan stunting harus dilakukan sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun dengan memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, menajaga kebersihan dan sanitasi, serta dilaksanakannya pendamping pada ibu hamil, ibu menyusui serta bayi dan bayi berusia dua tahun.
Bobby Irawan juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim konvergensi stunting Lampung Tengah yang telah bekerja keras selama ini, dengan sinergisitas antar perangkat daerah terkait, kemitraan dengan dunia usaha, kerjasama dengan organisasi profesi kesehatan dan peran serta masyarakat, sehingga mampu meningkatkan prevalensi stunting di Lampung pada tahun 2023 dengan cukup baik yaitu sebesar 14,9% dari sebelumnya 15,2% di tahun 2022. (***/ADV)
Editor : Febri Arianto
Reporter : Hery
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
15724
EKBIS
8294
Bandar Lampung
5677
Bandar Lampung
4032
Bandar Lampung
3889
139
03-Apr-2025
239
03-Apr-2025
258
03-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia