METRO (Lampungpro.co) : Politeknik Negeri Lampung (Polinela) terus berinovasi dalam pengembangan pertanian yang ramah lingkungan melalui riset bioherbisida.
Inisiatif ini mendapat dukungan dari sejumlah mitra strategis, termasuk PT Wong Agro Lestari yang bergerak di bidang sarana produksi pertanian organik, serta SMKN 2 Metro yang memiliki program studi pertanian berfokus pada pertanian organik.
Untuk memperkuat kolaborasi ini, Polinela bersama mitra mengadakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan diskusi kelompok terfokus (FGD) yang membahas berbagai aspek terkait riset bioherbisida.
Acara tersebut dihadiri oleh tim peneliti yang diketuai Rizky Rahmadi, bersama anggota tim yaitu Dulbari, Subarjo, Hidayat Pujisiswanto, Fajar Rochman, Priyadi, dan Bagio Suasono. Dalam proses penelitian, mahasiswa juga turut dilibatkan.
FGD dilaksanakan di dua lokasi berbeda, yakni di PT Wong Agro Lestari yang dihadiri langsung oleh Syamsudin selaku Direktur, dan di SMKN 2 Metro yang dihadiri oleh Armina sebagai Kepala Sekolah beserta beberapa guru.
Pertemuan tersebut menjadi ajang pertukaran ide dan informasi terkait metodologi penelitian, pengembangan formulasi bioherbisida, serta potensi penerapan hasil riset di lapangan.
Ketua Tim Peneliti, Rizky Rahmadi menjelaskan bahwa riset ini berfokus pada pemanfaatan bagian tumbuhan yang memiliki alelopati tinggi untuk mengendalikan gulma secara alami.
"Kami menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan pelarut organik dan tambahan adjuvant. Harapannya, formulasi bioherbisida yang dihasilkan mampu menjadi solusi efektif dan ramah lingkungan bagi sektor pertanian," jelas Rizky.
Menurut Rizky, dukungan dari mitra strategis seperti PT Wong Agro Lestari dan SMKN 2 Metro sangat penting dalam keberhasilan riset ini.
"Kerja sama ini membuka peluang besar untuk mengembangkan riset lebih lanjut dan memberikan manfaat nyata bagi petani," tambahnya.
Riset ini didukung oleh hibah riset kompetitif nasional melalui Program Katalisator Kemitraan Berdikari yang dibiayai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Pendanaan tersebut memungkinkan tim peneliti melakukan penelitian secara optimal dan mendalam.
Penandatanganan PKS dan pelaksanaan FGD menjadi langkah penting dalam memastikan riset bioherbisida Polinela tidak hanya menghasilkan produk inovatif, tetapi juga dapat diterapkan secara luas dengan dukungan mitra yang kompeten.
Diharapkan hasil riset ini tidak hanya berkontribusi dalam pengendalian gulma secara alami, tetapi juga menjadi solusi bagi pengembangan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Polinela dalam mendukung pertanian berkelanjutan di Indonesia. (***)
Berikan Komentar
Kalau pupuk dan BBM distribusinya bisa tertutup, harusnya Elpiji...
275
Bandar Lampung
2484
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia