Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Kirim Rilis, Minta Gratis
Lampungpro.co, 31-Jan-2026

Admin 235

Share

Pimpinan Media Muhammad Asyihin. Lampungpro.co/doc

Fenomena pengiriman rilis berita ke media kini semakin marak. Perusahaan maupun lembaga pemerintah dengan mudah mengirimkan laporan kegiatan melalui email atau pesan WhatsApp, lalu berharap berita tersebut dimuat begitu saja. Masalahnya, harapan itu hampir selalu datang tanpa diiringi kesadaran bahwa media juga memiliki beban biaya.

‎Rilis memang berisi informasi, tetapi memuat berita bukan sekadar menyalin teks lalu menekan tombol terbit. Ada proses kerja jurnalistik di dalamnya: verifikasi, penyuntingan, penyesuaian dengan kebijakan redaksi, hingga distribusi. Semua itu melibatkan tenaga manusia dan sumber daya yang tidak gratis.

Namun, yang sering terjadi, media diperlakukan seperti papan pengumuman. Kirim rilis, minta tayang. Jika tidak dimuat, media dianggap tidak kooperatif. Jika dimuat, itu dianggap sebagai kewajiban. Sebuah kebiasaan yang lama-lama menjadi budaya, padahal keliru.

Media massa adalah institusi profesional. Di dalamnya ada wartawan, editor, fotografer, dan staf pendukung yang menggantungkan hidup dari kerja jurnalistik. Media perlu biaya untuk operasional, mulai dari alat liputan, jaringan internet, hingga gaji karyawan. Semua itu tidak bisa ditutup dengan sekadar ucapan terima kasih.

Perusahaan dan lembaga yang rutin mengirim rilis sejatinya sedang melakukan promosi dan membangun citra. Maka sudah seharusnya ada pemahaman bahwa publikasi adalah kerja sama, bukan permintaan sepihak. Media bukan meminta belas kasihan, melainkan penghargaan atas kerja profesional.

Jika media terus diminta memuat rilis secara gratis tanpa kontribusi apa pun, yang terancam bukan hanya kesejahteraan pekerja media, tetapi juga keberlangsungan pers itu sendiri. Padahal, media yang sehat adalah bagian penting dari masyarakat yang sehat.

Sudah saatnya kebiasaan kirim rilis minta gratis ditinggalkan. Menghargai media berarti ikut menjaga ruang informasi publik agar tetap hidup, independen, dan berkualitas. (EdAI)

Muhammad Asyihin, S.Pd., MM (Pimpinan Media)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved